Posted in travel

Jalan-jalan ke Singapore with Jenius

2D1N Trip to Singapore

Hallo teman, aku mau bagi pengalaman travelingku ke Singapore. Ini pertama kalinya aku pergi keluar negeri. Walaupun cukup singkat, tapi aku seneng dan nggak nyangka banget bisa datang berkunjung ke negara ini. Gimana ceritaku jalan-jalan di Singapore?
Hello friends, I want to share my travel experience to Singapore. This is my first time going abroad. Even though it was quite short, I was happy and didn’t expect that I could come to this country. What is the story about traveling in Singapore?

Aku trip ke Singapore ini tanggal 24 Agustus 2019 bersama dengan teman-temanku. Kita nggak ikut open trip, kita berkeliling sendiri karena salah satu temanku sudah pernah ke Singapore. Walaupun kita cuma 2 hari, tapi kita puas mengelilingi Singapore jalan kaki dan naik MRT.
I’m on this trip to Singapore on August 24, 2019 together with my friends. We don’t go on open trips, we go around alone because one of my friends has been to Singapore. Even though we only spent 2 days, we were satisfied to walk around Singapore and take the MRT.

Siapa sih yang ngga pingin berkunjung ke negara Singapore ini? Negara yang terkenal maju ini memang sangat menarik hati para traveller. Kita sampai di Changi hari Jumat malam. Karena sudah jam 11 malam, MRT sudah tidak beroperasi dan kita naik busway. Naik busway di Singapore ini sebenarnya enak, tapi ternyata jarak dari Bandara ke penginapan kita (di sekitar Chinatown) terlalu jauh dan halte busway ada setiap berapa meter sekali, sehingga kita sudah tidak sanggup jadi kita turun dari busway dan lanjut naik Grab.
Who doesn’t want to visit Singapore? This well-known developed country is indeed very attractive to travelers. We arrived at Changi Friday night. Because it is already 11pm, the MRT is no longer operating and we take the busway. Taking the busway in Singapore is actually nice, but it turns out that the distance from the airport to our accommodation (around Chinatown) is too far and there are busway stops every few meters, so we can’t afford it so we get off the busway and continue taking Grab.

Day 1

Tujuan kita pertama adalah yang terdekat dengan penginapan, yaitu Old Hill Street Police Station yang berseberangan dengan Clark Quay. Bangunan ini memiliki sekitar 900 buah jendela, dengan bingkai berwarna-warni sangat instagramable. Bangunan ini seperti namanya, dulunya adalah Police Station, sekarang digunakan sebagai kantor MICA (Ministry of Information, Communications and the Arts).
Our first destination is the one closest to the inn, which is Old Hill Street Police Station which is opposite Clark Quay. This building has about 900 windows, with colorful frames that are very instagramable. This building, as the name suggests, was formerly the Police Station, now it is used as the MICA (Ministry of Information, Communications and the Arts) office.

Bisa dilihat sendiri kan, bangunan Old Hill Street Police Station ini sangat unik dan menarik. Setelah itu, kita melanjutkan perjalanan memutari Clark Quay. Apabila datang ke Clark Quay pada pagi hari, restoran-restoran sekitarnya belum semua buka, hanya beberapa saja yang sudah buka. Kita juga bisa jogging disekitar atau sekedar menikmati pemandangan sungainya. Jika datang pada sore atau malam hari, akan banyak gemerlap lampu di Clark Quay ini.
You can see for yourself, the Old Hill Street Police Station building is very unique and interesting. After that, we continue our journey around Clark Quay. When you come to Clark Quay in the morning, not all of the surrounding restaurants are open, only a few are open. We can also jog around or just enjoy the river view. If you come in the afternoon or evening, there will be lots of sparkling lights in Clark Quay.

Setelah memutari daerah Clark Quay, kita melanjutkan berjalan dan menaiki MRT menuju daerah Haji Lane. Untuk pengalaman naik MRT di Singapura, waah… maklum belum pernah sebelumnya naik MRT, cuma pernah naik Commuter Line, Stasiunnya gede banget, banyak line-line yang saling terhubung antar stasiun dan ramai sekali. Sepertinya banyak masyarakat yang menggunakan jasa transportasi umum ini, karena ini termasuk murah. Kebiasaan masyarakat disini juga tertib, seperti saat berada di eskalator, jika ingin berhenti harus disisi kiri, dan jika ingin berjalan, disisi kanan, semua orang saling mengingatkan. Lalu, dilarang makan atau minum di area dalam stasiun, akan ada petugas yang mengawasi. Lalu, berdiri pada garis yang telah ditentukan untuk keluar/masuk kereta. Untuk pembayaran MRT ini ada 2 macam, tunai atau cashless. Jika tunai, akan diarahkan ke vending machine untuk pembelian tiketnya. Jika cashless, bisa menggunakan EZ-Link atau STP (Singapore Tourist Pass), atau bisa juga menggunakan visa card. Aku sendiri menggunakan visa card Jenius atau kartu debit Jenius, karena kartu Jenius bisa digunakan sebagai kartu visa. Aku mencari informasi kalau di Singapore menerima pembayaran menggunakan visa card, jadi aku mencoba menggunakannya. Dan beneran bisa dong. Pembayaran Busway, MRT, belanja, semua bisa menggunakan kartu Jenius ini. Waktu itu aku menukarkan saldo m-card Jeniusku di fitur Jenius tukar uang sebelum ke Singapore untuk berjaga-jaga uang tunaiku habis.
After circling the Clark Quay area, we continue walking and take the MRT to the Haji Lane area. For the experience of riding the MRT in Singapore, woow … I ‘ve never been on the MRT before, only ever been on the Commuter Line, the station is really big, there are many lines that are connected between stations and it’s very busy. It seems that many people use this public transportation service, because it is cheap. The habits of the people here are also great, such as when they are on an escalator, if you want to stop you have to be on the left side, and if you want to walk, go to the right side, everyone reminds each other. Then, it is forbidden to eat or drink in the area within the station, there will be officers watching. Then, stand on the designated line for getting on / off the train. There are 2 types of MRT payments, cash or cashless. If it’s cash, it will be directed to the vending machine for ticket purchases. If cashless, you can use EZ-Link or STP (Singapore Tourist Pass), or you can also use a visa card. I myself use a Jenius visa card or a Jenius debit card, because a Jenius card can be used as a visa card. I was looking for information that Singapore accepts payment using a visa card, so I tried to use it. And you really can. Payment for Busway, MRT, shopping, all can use this Jenius card. At that time, I exchanged my Jenius m-card balance in the Jenius money exchange feature before going to Singapore just in case my cash ran out.

Kartu Debit Jenius untuk naik MRT di Singapore

Haji Lane, Kampong Glam, Arab Street, Bugis Street, dan sekitarnya. Banyak hal-hal dan spot menarik disini dan juga disini sangat ramai.
Haji Lane, Kampong Glam, Arab Street, Bugis Street and surrounding areas. There are many interesting things and spots here and it is also very busy here.

Banyak distro-distro menarik dan toko cinderamata disini. Nggak heran banyak wisatawan suka berjalan-jalan disini.
Many interesting distros and souvenir shops here. No wonder many tourists like to take a walk here.

Kita juga makan siang disini, tempatnya semacam warung nasi padang (yang aman-aman aja lah ya). Dan kita juga mampir ke Masjid Sultan, tapi kita sholat Dhuhur bukan di Masjid Sultan, aku lupa nama Masjidnya. Pengalaman yang aku dapet, kalau aku isi air minum (lebih baik bawa botol air minum/tumbler sendiri ya untuk diisi ulang, daripada beli air terus terusan) di kawasan masjid, airnya itu dingin (kaya air dari kulkas), sejuk banget.
We also have lunch here, the place is like a Padang rice stall (which is safe for us). And we also stop at the Sultan Mosque, but we pray Dhuhr not at the Sultan Mosque, I forgot the name of the mosque. The experience I got, if I fill drinking water (better bring our own drinking water bottle / tumbler to refill it, rather than buying water continuously) in the mosque area, the water is cold (like water from the refrigerator), really cool.

Setelah berkeliling di Arab Street dkk, kita melajutkan berjalan menuju Mustafa Center untuk membeli oleh-oleh. Kita memutuskan untuk membeli oleh-oleh di hari pertama, karena agar besok kita fokus jalan-jalan dan langsung menuju bandara untuk pulang, dan oleh-oleh sudah terpacking rapi. Saat belanja di Mustafa Center pun, aku membayar menggunakan kartu debit Jenius. Pernah saat itu, uang SGD (Singapore Dollar) di kartu Jenius yang telah kutukar sebelumnya habis, petugas kasir memberitahukan saldo SDG ku sisa segini, mau tetap membayar menggunakan kartu visa namun langsung memotong saldo IDR (Indonesia Rupiah) atau membayar menggunakan tunai. Ternyata, walau kita tidak punya uang SGD di Jenius, pembayaran tetap bisa dilakukan menggunakan saldo uang IDR yang nantinya akan otomatis ditukar kurs SGD. Jenius beneran ya.
After walking around on Arab Street and others, we continued walking towards Mustafa Center to buy souvenirs. We decided to buy souvenirs on the first day, because tomorrow we focus on sightseeing and go straight to the airport to go home, and the souvenirs are neatly packed. Even when shopping at Mustafa Center, I pay using a Jenius debit card. At that time, the SGD (Singapore Dollar) on the Jenius card that I had previously exchanged ran out, the cashier told me that I had this remaining SDG balance, you can kept paying using a visa card but immediately deducted my IDR (Indonesian Rupiah) balance or paid using cash. It turns out, even though we don’t have SGD money at Jenius, payments can still be made using the IDR balance which will be automatically exchanged for the SGD exchange rate. Really genius huh.

Setelah berbelanja oleh-oleh di Mustafa Center, kita balik ke penginapan untuk taruh barang yang dibeli dan istirahat sebentar, setelah itu kita lanjut destinasi selanjutnya, yaitu Merlion Park. Di Merlion Park ini, katanya belum ke Singapore kalau belum foto sama patung Singa Mancurnya. Dari Merlion Park ini, kita bisa liat Marina Bay dengan jelas banget. Pas aku kesana, pas cerah dan ramai banget. Oh iya, spot foto favorit aku di tembok yang ada bunga-bunga Bougenville nya, lucu banget, jangan sampai lupa foto disitu ya.
After shopping for souvenirs at Mustafa Center, we return to the inn to put the items purchased and rest for a while, after that we continue our next destination, namely Merlion Park. At Merlion Park, it said, we hasn’t been to Singapore without taking a photo with the Singa Mancur statue. From the Merlion Park, we can see Marina Bay very clearly. When I went there, it was bright and really busy. Oh yeah, my favorite photo spot on the wall that had Bougenville flowers, so cute, don’t forget to take a photo there.

Setelah puas menikmati Merlion Park, kita mengejar waktu untuk menuju ke Gardens by the Bay. Perjalanan yang terasa banget ini kesana, tapi terbayar kok. Kita kesana kejar light show Garden Rhapsody. Pas kita sampai sana, matahari sudah terbenam, dan taman-taman disana, lampunya nyala semua, bagus banget. Kita berjalan dibawah Marina Bay, melihat Marina Bay dari bawah itu rasanya… Dan kita berasa masuk ke dunia avatar, dimana semua pohonnya menyala warna-warni. Saat musiknya mulai, semua orang duduk dibawah pohon, ada yang tidur juga sambil mengabadikan momen. Musik dan cahayanya sesuai. Romantis deh pokoknya.
After enjoying the Merlion Park, we catch the time to head to Gardens by the Bay. This really feels like a trip there, but it really paid off. We go there and chase the Garden Rhapsody light show. When we got there, the sun was already setting, and the gardens were there, the lights were all on, really good. We walk under Marina Bay, see Marina Bay from below it feels … And we feel like entering the world of avatars, where all the trees are lit up with colors. When the music starts, everyone is sitting under the tree, some are sleeping too, capturing the moment. Music and light are appropriate. Anyway, romantic.

Disaat pertunjukan selesai, penonton semua bertepuk tangan. Memang bagus banget sih Garden Rhapsodynya. Setelah dari Gardens by the Bay ini, kita mampir sebentar ke Mall Marina Bay Sands, gak beli apapun sih, hehe. Kita juga lihat pertunjukkan light & water show di Marina Bay Sands, Spectra. Tempat pertunjukkannya di luar ruangan, di Event Plaza. Event Plaza ini jika dilihat-lihat, tempatnya diseberang Merlion Park.
When the show ended, the audience all applauded. The Garden Rhapsody is really good. After from Gardens by the Bay, we stopped briefly at Marina Bay Sands Mall, didn’t buy anything, hehe. We also saw the light & water show at Marina Bay Sands, Spectra. The venue is outdoor at the Event Plaza. This Event Plaza if you look around, the place is opposite the Merlion Park.


Day 2

Hari ke-2 ini, waktunya kita pulang. Tapi masih ada waktu untuk jalan-jalan sampai sore hari sebelum malamnya kita balik. Pagi hari kita checkout, tapi kita bisa titip koper di resepsionisnya untuk kita ambil sore hari sebelum kita ke bandara. Tujuan selanjutnya adalah ke salah satu tempat syuting Crazy Rich Asians. Bekas sekolah dan Gereja Chijmes yang sekarang sudah menjadi Restaurant dan Cafe.
This 2nd day, it’s time for us to go home. But there is still time to take a walk until the afternoon before we turn back at night. In the morning we checkout, but we can leave our luggage at the reception for us to pick up the afternoon before we go to the airport. The next destination is to one of the shooting locations for Crazy Rich Asians. The former school and Chijmes Church which now has become a Restaurant and Cafe.

Lanjut.. kita ke Universal Studios Singapore. Kita ke USS naik MRT dari Vivo City. Gak masuk ke dalem sih, cuma foto-foto diluar aja, hehe, soalnya waktunya nggak cukup.
Next .. we go to Universal Studios Singapore. We go to USS by taking the MRT from Vivo City. I don’t go into the palace, just taking pictures outside, hehe, because there’s not enough time.

Udah selesai deh ceritaku jalan-jalan singkat ke Singapore kali ini. Singkat tapi nagih, pengen kesana lagi. Ada rekomendasi tempat menarik lainnya lagi nggak? bagi yaa…
I’ve finished my story for a short trip to Singapore this time. Short but addicted, want to go there again. Are there any recommendations for other interesting places? share with me …

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini. Thank you everyone for reading this article.

Posted in travel

Wonderful Indonesia : Menganti Beach, 2nd Bali

Pantai Menganti – Kebumen, Bali ke-2

Hallo teman, aku mau bagi pengalaman travelingku ke Pantai Menganti di Kebumen. Pantai Menganti ini seperti hidden paradise di Indonesia. Kita disuguhkan pemandangan yang amat indah. Ada yang bilang tempat ini seperti Bali ke-2 dan ada yang bilang juga seperti Bay of Islands di New Zealand.
Hello friends, I want to share my travel experience to Menganti Beach in Kebumen. Menganti Beach is like a hidden paradise in Indonesia. We are presented with a very beautiful view. Some say this place is like the 2nd Bali and some say it’s like the Bay of Islands in New Zealand.

Terlihat kan keindahan dari pantai Menganti ini. Pantai Menganti ini berada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Pesisir pantai berpasir putih dan ombak yang bisa kita gunakan untuk berselancar. Jujur aku baru tau pantai seperti ini ada di Indonesia. Memang pepatah “tanah kita tanah surga” itu benar adanya.
You can see the beauty of this Menganti beach. Menganti Beach is located in Karangduwur Village, Ayah Subdistrict, Kebumen Regency, Central Java, Indonesia. White sandy beaches and waves that we can use for surfing. Honestly, I just found out that beaches like this exist in Indonesia. Indeed, the saying “our land is the land of heaven” is true.

Tidak hanya pantai, di kawasan wisata ini pun bisa kita temui bukit, pesisir pantai berpasir putih, para pemuda berselancar, tebing, balon udara sampai ke penginapan dan fasilitasnya seperti toilet dan musholla. Fasilitas di wisata ini sudah termasuk lengkap walaupun dengan peralatan sederhana.
Not only beaches, in this tourist area we can also find hills, white sandy beaches, young people surfing, cliffs, hot air balloons, to inns and facilities such as toilets and prayer rooms. The facilities in this tour are complete even with simple equipment.

Dari pesisir pantai, kita bisa melihat banyak perahu nelayan yang berjajar rapi yang digunakan untuk mencari ikan maupun berkeliling untuk pengunjung, semua perahu berwarna senada biru jadi sangat menarik untuk dipandang, terdapat beberapa rumah makan yang menyediakan makanan laut termasuk ada juga lobster, lalu tak jauh dari pantai juga ada tempat pelelangan ikan, walaupun ada banyak hal disekeliling pantai, namun tempat wisata ini begitu rapi.
From the coast, we can see many fishing boats that are neatly lined up which are used to find fish and get around for visitors, all boats are in blue color so it is very interesting to look at, there are several restaurants that provide seafood including lobsters, then not far away. from the beach there is also a fish auction place, although there are many things around the beach, this tourist spot is so neat.

Jika kita berjalan disepanjang pantai, kita akan menemui musholla dan tebing Bidadari yang tak kalah menarik dari pantai ini, namun sayang aku tidak memfoto obyek tersebut. Ada juga beberapa warung cinderamata yang menjual macam-macam baju bertema tempat wisata ini. Dan ini yang penting, ada halte shuttle mobil pick up yang akan membawa kita ke atas bukit (gratis), bukit ini dimana aku memfoto foto pertama halaman ini. Bukit tersebut tidak boleh terlewatkan ya teman-teman. Inilah pemandangan dari atas bukit :
If we walk along the beach, we will find a prayer room and Bidadari cliffs which are no less interesting than this beach, but unfortunately I did not take pictures of these objects. There are also several souvenir stalls that sell various kinds of clothes themed on this tourist spot. And this is important, there is a pick-up shuttle car stop that will take us to the top of the hill (free), this hill is where I took the first photo of this page. This hill cannot be missed, friends. Here is the view from the top of the hill :

Kita bisa berjalan memutari bukit ini melewati jalan setapak yang telah dibuat dengan baik oleh pengelola, disekitar jalan setapak kita disuguhi pemandangan yang tak kalah luar biasa, diluar dari pantai, kita bisa melihat bebatuan pinggir pantai yang dapat kita gunakan untuk berfoto dan juga pengelola telah menyediakan titik-titik tertentu sebuah pos-pos kecil untuk beristirahat atau sekedar menikmati pemandangan di sepanjang jalan setapak.
We can walk around this hill through a path that has been well made by the manager, around the path we are treated to a view that is no less extraordinary, outside of the beach, we can see beachside rocks that we can use to take pictures and also the manager has provided certain points of a small outpost to rest or just enjoy the scenery along the path.

Aku berkesempatan untuk menginap disini. Pada waktu pagi, siang, sampai menjelang maghrib, angin laut disini berhembus kencang dan sejuk. Namun, memasuki maghrib atau jam 6 sore, angin mulai berhembus lebih kencang dan memasuki malam hari angin berhembus sangat kencang.
Jika ingin menginap disini, sudah ada penginapan yang bisa dipesan, fasilitasnya adalah kamar (ada yang 1 kamar / 2 kamar), kamar mandi, kasur, bantal, listrik, air bersih, kompor gas. Penginapan disini masih sederhana, terbuat dari kayu, namun begitu, ketika masuk didalam, sangat hangat walau sebesar apapun angin laut diluar berhembus. Namun, jika ingin berkemah juga bisa dilakukan disini. Waktu aku datang, banyak anak-anak maupun keluarga yang berkemah di bukit ini dengan membawa tenda sendiri.
I had the opportunity to stay here. In the morning, noon, until just before sunset, the sea breeze here blows hard and cool. However, entering maghrib or 6 o’clock in the afternoon, the wind begins to blow harder and into the night the wind blows very hard.
If you want to stay here, there are already accommodations that can be booked, the facilities are rooms (there are 1 room / 2 rooms), bathroom, mattress, pillows, electricity, clean water, gas stove. The accommodation here is still simple, made of wood, however, when you go inside, it is very warm, no matter how big the sea breeze outside. However, camping can also be done here. When I arrived, many young and families camped on this hill with their own tents.

Oke, seru banget bisa merasakan pemandangan di wisata pantai Menganti ini, sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Wisata di Indonesia tidak kalah menarik kok teman-teman, sungguh indah. Okay, it’s really exciting to be able to feel the scenery on this Menganti beach tour, really an unforgettable experience. Tourism in Indonesia is no less interesting, my friends, it’s really beautiful.

Keindahan alamnya sangat luar biasa. Masih tidak percaya ada tempat yang eksotis seperti ini di Indonesia. Harus banyak mengeksplore Indonesia nih. Wonderful Indonesia.
Its natural beauty is extraordinary. Still can’t believe there is such an exotic place in Indonesia. You have to explore Indonesia a lot. Wonderful Indonesia.

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini.
Thank you everyone for reading this article.

Posted in travel

Explore Pulau Sepa

2D1N Camp to Sepa Island – Seribu Islands

Hallo teman, kali ini aku mau bagi pengalamanku camping di Pulau Sepa Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu memiliki banyak pulau pulau indah salah satunya adalah Pulau Sepa. Kalau teman-teman ingin berlibur tapi nggak jauh-jauh dari Jakarta, destinasi ini bisa banget jadi pilihan. Pulau Sepa ini destinasi yang pas untuk teman-teman yang ingin ‘menjauh’ dari hiruk pikuk Ibukota Jakarta dan ingin menikmati suasana alam yang asri dan jauh dari kemacetan.

Di Pulau Sepa ini terdapat resort yang dikelola secara khusus untuk pegunjung yang ingin menikmatinya. Namun kali ini aku tidak menginap di resort tersebut, aku bergeser sedikit ke belakang resort tersebut, yaitu di lahan kosongnya dengan menggunakan tenda.

Kita ber – 6 berangkat pada hari Sabtu pagi dengan naik speedboat dari Dermaga Marina Ancol. Perjalanan ke Pulau Sepa ini diawali dari Dermaga Marina menuju Pulau Harapan dan berganti menggunakan perahu kecil menuju Pulau Sepa.

Sebelumnya kita sudah menyewa perahu kecil untuk antar jemput dari Pulau Harapan ke Pulau Sepa serta membeli nasi dan ikan di bapak yang punya perahu untuk dibakar ditempat camping saat malam hari.

Pulau Perak

Setelah kita berganti dengan perahu kecil, kita berangkat menuju Pulau Sepa, tapi di perjalanan kita mampir di Pulau Perak yang tak kalah indahnya dengan Pulau Sepa. Disini kita bermain air dan berjalan-jalan dipinggir pantai. Ada 2 sampai 3 warung yang menjual jajanan dan gorengan juga, jadi jangan khawatir kalau lapar ya.

Pantai di Pulau Perak ini indah banget, nyaman, sejuk, beda banget dengan cuaca di Jakarta. Waktu kesini kita masih tidak banyak pengunjung karna masih pagi, jadi berasa pantai pribadi.

Bisa dilihat sendiri kan warna air lautnya. Percaya deh, pulau ini nggak kalah indahnya dari pulau-pulau lain yang ada di Indonesia.

Pulau Sepa

Setelah puas menikmati indahnya Pulau Perak, lalu kita ke tujuan utama, Pulau Sepa. Saat kita datang, sudah disambut dermaga kecil untuk kita menginjakkan kaki di Pulau Sepa. Tak jauh dari dermaga ini, resort Pulau Sepa berada, tapi kita bukan mau menginap disana.

Di Pulau Sepa ini terdapat 1 warung yang menjual jajanan dan gorengan. Saat kita datang, belum ada pengunjung lain, jadi kita bebas memilih spot tenda kita. Beberapa saat kemudian barulah datang pengunjung lain yang akan camping juga di pulau ini.

Kita langsung mempersiapkan tenda dan menata barang-barang kita. Lalu cus deh kita bersantai menikmati indahnya Pulau Sepa ini.

Asli disini enak banget, suara deburan ombaknya, bikin hati ademm, cess..
Air lautnya jernih banget, cocok buat yang suka snorkeling dan menikmati pemandangan bawah laut. Tapi perlu diketahui, waktu aku coba snorkeling jam 2/3 sore, ombaknya gede, jadi yang belom berpengalaman disarankan snorkelingnya pagi atau siang hari aja, pas ombaknya lebih tenang.

Oh iya disini ada satu menurutku yang masih kurang, yaitu fasilitas untuk kamar mandinya nggak ada (karna memang ini pulau kosong yang harusnya buat resort utama ya). Sebenarnya bukan nggak ada, tapi di ada-adain. Disisi dalam pulau (nggak terlalu jauh kok dari pinggir pantai) ada sumur kecil (bukan sumur juga sih, tp kaya digali untuk sumber air bersih), nah disitu dibuat sebuah “tempat mandi/bilas”. Aku sebut tempat karena bukan sebuah ruangan. Tempat itu dibuat dengan sebuah terpal menutup sekeliling yang cukup untuk 1-2 orang saja dan tingginya pun se pundak wanita, jadi yang mau mandi, harus jongkok ya kalau nggak mau dilihat. Dan sumber airnya pun harus “menimba” dari sumur kecil tadi. Jadi, kalau sendirian, agak struggle ya, mending kalau mau mandi atau buang air kecil ngajak temen. Dan, yang paling penting, karna cuma ada 1, harus gantian dan antre ya.

Menikmati sunrise di Pulau Sepa sangat menyenangkan, sayang kita nggak dapat sunrise, karna tertutup awan. Kita menghabiskan pagi hari di dermaga kecil, menikmati lantunan musik dan deburan ombak.

Akhirnya trip singkat ke Pulau Sepa untuk menghilangkan penat Ibukota terlaksana. Itu aja cerita kali ini. Terima kasih sudah membaca ya. Pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu juga tidak kalah menariknya, tidak ada salahnya mencoba berlibur di pulau dekat ini.


Tonton keseruannya disini : https://youtu.be/fVdl9ifP1ZQ

Posted in travel

Explore Derawan Island

4D3N Trip to Derawan Island

Hallo teman, kali ini aku mau bagi pengalaman travelingku ke Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.

Sebelumnya aku nggak berencana traveling ke Kepulauan Derawan. Aku berencana traveling ke Pulau Pahawang, yang dekat dari Jakarta. Nah, suatu saat, aku sama temanku yang akan traveling sama aku cari-cari destinasi yang oke buat kita traveling. Dari instagram, temanku dapat info tentang Opentrip ke Pulau Derawan, dan trip yang ditawarkan sepertinya seru serta ada promo bagi pengguna kartu debit BNI ada potongan 500 ribu, lumayan kan. Ini dia promonya dari instagramnya Piknik Nusantara dan ini websitenya http://www.pikniknusantara.co.id di website informasinya sudah lengkap sampai dengan itinary yang akan kita lakukan jika ikut trip.

Opentrip ini menawarkan 12 destinasi selama 4 hari 3 malam dan ada promo dari BNI. Kita ambil trip tanggal 22-25 Desember 2018. Tapi waktu kami daftar masih sekitar bulan November, dan harga yang tertera disana berlaku untuk minimal peserta trip 17 orang. Was-was juga sih sebenernya, kita udah bayar tapi kalau kuota tidak terpenuhi, maka trip batal (tenang, tapi uang bakal kembali 100%).(Setelah kita daftar dan bayar trip, kita diinvite di group chat WhatsApp oleh tim Piknik Nusantara, disana kita bisa berdiskusi dengan tim Pinus (Piknik Nusantara) dan teman trip yang ikut di trip itu. Sampai suatu saat, kuota trip sudah terpenuhi dan akhirnya kita bisa berangkat traveling ke Pulau Derawan.

Hari Keberangkatan / Day 1

Aku dan temanku berangkat dari Jakarta hari Jumat malam tanggal 21 Desember 2018 sekitar jam 03.00 pagi dengan tujuan Tarakan. Teman trip berangkat sendiri-sendiri dengan syarat penjemputan di bandara Tarakan oleh tim Piknik Nusantara adalah tanggal 22 Desember 2018 pukul 08.30 pagi. Setelah sampai di bandara Tarakan, sudah ada beberapa teman trip yang datang dan kita mulai berkumpul dan berkenalan satu sama lain. Setelah itu kita menuju tempat makan untuk menunggu sebagian teman trip yang jadwal pesawatnya agak siang.

Setelah semua teman trip datang, kita melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Tengkayu untuk menuju Pulau Derawan. Perjalanan dari pelabuhan Tengkayu menuju Pulau Derawan cukup memakan waktu yaitu sekitar 3 – 4 jam. Jadi persiapkan diri kalian.

Setelah penantian panjang dan merasakan kepegalan duduk di bangku kapal speedboat, akhirnya kita sampai di watervilla Pulau Derawan. Watervilla yang disiapkan cukup nyaman dengan fasilitas kamar mandi dalam dan AC.

Warna air dibawah villanya sangat jernih, warna airnya adalah hijau laut yang langsung terlihat dasar lautnya. Kita dipersilakan untuk menaruh barang-barang kedalam kamar dan istirahat selama beberapa saat dan berkumpul lagi jam 15.00 untuk menuju Pulau terdekat, yaitu Pulau Gusung.

Pulau Gusung

Pulau Gusung letaknya cukup dekat dengan watervilla kita, jadi waktu tempuh dengan speedboat hanya sebentar. Pulau Gusung bagus banget Masya Allah, dari foto diatas, warna airnya jauh lebih jernih (maap yak, foto pakai hp seadanya) dan angin sepoi-sepoi serta suara ombaknya bikin capek kita dari perjalanan 3 jam tadi langsung hilang. Oh iya, di Pulau Gusung ada warung yang jualan Gorengan, pop mie dan minuman sepeti es teh dan es kelapa muda, jadi bawa uang ya kalau mau jajan.

Setelah dari Pulau Gusung, kita dipersilakan istirahat kembali dan bertemu kembali untuk makan malam bersama. Kita semua berkenalan dan saling bercanda walaupun baru satu hari bertemu.


Day 2

Whaleshark Point

Setelah sholat shubuh kita berangkat menuju whaleshark point. Saat kita berangkat, langit masih gelap. Perjalanan menuju whaleshark point ini akan berasa, karena kita harus berangkat saat gelap dan harus menunggu di whaleshark point saat matahari terbit. Tiba di whaleshark point, sudah banyak kapal lain dengan traveler seperti kita menunggu disana dan dilanjutkan oleh kapal-kapal lain berdatangan. Semua kapal berhenti dan menunggu. Di tempat ini, kapal kapal berhenti didepan sebuah (seperti) dermaga di tengah laut. Sebenarnya ini tempat nelayan memberi makan whaleshark (hiu paus) dengan ikan-ikan kecil. Sebenarnya ini seperti sebuah atraksi, dimana kita membayar untuk melihat dan berinteraksi dengan whaleshark. Kapal-kapal yang datang untuk melihat diharuskan membayar kepada nelayan, dan uang itu digunakan untuk ditukar dengan ikan-ikan kecil yang disebar untuk makanan whaleshark, yang nantinya whaleshark akan muncul ke permukaan untuk makan. Disaat itulah kita bisa melihat whaleshark dari dekat. Kita diperbolehkan berenang untuk melihat lebih dekat dengan whaleshark, menyentuh juga boleh tetapi selain ekornya. Tapi untuk berenang harus diingat, tidak boleh pakai bahan kimia seperti sunscreen, serta diharuskan memakai kacamata diving dan life jacket/pelampung (untuk yang belum bisa berenang), karna ini di laut lepas. Perlu diperhatikan juga airnya dingin.

Seru sekaligus deg-deg an bisa melihat dan berenang langsung dengan whaleshark. Dari whaleshark point ini kita melanjutkan perjalanan. Tujuan kita hari ini adalah Labuan Cermin yang terkenal dengan airnya yang jernih, namun selama perjalanan kita akan mampir di pulau-pulau yang kita lewati.

Pulau Manimbora

Pulau Manimbora sering disebut dengan Pulau Spongebob, dikarenakan dari kejauhan terlihat beberapa pohon kelapa menjulang seperti yang ada di pembukaan kartun Spongebob. Pulau Manimbora ini adalah pulau tak berpenghuni dengan keindahannya yang luar biasa. Jernihnya air laut, sekumpulan pohon kelapa, serta putihnya pasir menambah ke eksotisan pulau ini.

Setelah puas menikmati keindahan pulau Manimbora, kita melanjutkan perjalanan menuju Labuan Cermin, dimana destinasi hari ini adalah destinasi terjauh dari villa kita berada. Sengaja dijadwalkan di hari ke dua karena agar di hari ke tiga kita bisa ke pulau-pulau yang dekat dengan villa kita.

Labuan Cermin

Labuan cermin terkenal dengan danaunya yang jernih. Tempat wisata alam ini dikelola oleh masyarakat sekitar bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Labuan Cermin yang menaunginya. Kita diharuskan menaiki perahu milik masyarakat sekitar yang sudah tersedia di dermaga disana saat akan menuju ke danau Labuan Cermin.

Apa yang ada di danau Labuan Cermin? saking jernihnya, kita bisa melihat dasar danau, ranting, dan tanah dari permukaan air. Kita juga bisa menyelam ke dasar danau untuk berfoto atau menikmati jernihnya danau Labuan Cermin. Untuk alat-alat snorkel, kita sudah disediakan dari trip ini dan selalu disediakan di perahu kita. Semua biaya sewa alat dan perahu sudah termasuk kedalam trip ini, kita tinggal duduk menikmatinya.

Meski perjalanan cukup jauh, rasa lelah langsung terobati begitu melihat keindahan alam yang ada di Labuan Cermin.

Pulau Sangalaki

Setelah bersenang-senang di Labuan Cermin, kita kembali ke villa untuk mengakhiri hari ke dua ini. Tapi sebelum sampai di villa, kita mampir dulu di Pulau Sangalaki. Pulau Sangalaki juga memiliki resort untuk wisatawan. Pemandangannya juga tak kalah dengan pulau-pulau sebelumnya. Garis pantai Pulau Sangalaki juga begitu landai, sangat nyaman untuk bermain air ataupun berenang. Ternyata di Pulau Sangalaki ini terdapat penangkaran penyu. Setelah aku telusuri di google, hehe, Selain keindahan pulaunya, Pulau Sangalaki ini merupakan tempat bertelur utama bagi penyu hijau di kawasan sekitar Kepulauan Derawan dan Asia Tenggara. wow…


Day 3

Pulau Kakaban

Memulai hari ke tiga tidak sepagi kemarin. Kita berangkat pukul 7 pagi ke Pulau Kakaban, lebih tepatnya ke Danau Kakaban. Ada apakah di Danau Kakaban ? Stingless Jellyfish. Di dunia, tempat seperti ini hanya ada 2, di Danau Ubur-ubur Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik dan di Pulau Kakaban. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya di Indonesia.
Danau Kakaban ini merupakan habitatnya ubur-ubur mini yang tidak menyengat dalam jumlah ribuan. Setiap wisatawan yang datang, akan disambut baik oleh penjaga Pulau Kakaban. Pulau ini memang sangat spesial. Kita bisa berenang bareng ubur-ubur. Ubur-ubur tidak menyengat, bahkan geli bila disentuh. Tidak ada alasan untuk tidak menceburkan diri di Danau Kakaban.

Eits, namun harus diketahui, kita dilarang menggunakan lotion ataupun sunscreen kalau kita ingin berenang di Danau Kakaban, dikarenakan akan berbahaya bagi ubur-ubur. Untuk menuju danau, kita harus melewati banyak anak tangga dari gerbang masuk. Jika sudah terlanjur memakai sunscreen, kita diharuskan membilas dulu badan kita.

Maaf aku tidak punya kamera yang memadai untuk memoto ubur-ubur didalam air. Kita boleh memegang ubur-ubur, tapi harus diperhatikan, harus perlahan, tidak boleh di tekan dan tidak boleh diangkat ke atas air. Kita juga tidak boleh pakai finn/kaki katak, karena bisa melukai ubur-ubur.

Jika ingin ke Danau Kakaban, waktu paling enak adalah di pagi hari, karena danau masih sepi dan serasa milik kita sendiri.

Pulau Maratua

Tujuan utama kita hari ini adalah Pulau Maratua. Pulau Maratua sering dijuluki Maldivesnya Indonesia. Tidak heran sih, daya tarik Pulau Maratua ini adalah laut. Di sini, kita dapat berenang atau menyelam dan melihat berbagai jenis ikan. Saat permukaan air dangkal, penyu pun sering menampakkan diri. Sayang, waktu kita kesini, airnya sedang dangkal, sehingga pinggir bawah resort yang biasanya tertutup air laut, kini terlihat pasir putinya saja. Namun, pemandangan lautnya tetap bisa kita nikmati.

Kita bisa menikmati laut di restaurant resort ini. Ada watervilla dan ada villa di pinggir pantai di belakang restaurant dan watervilla ini.

Penampakan villa daratnya…

Inilah Pulau Maratua dan keindahannya.

Kehe Daing

Setelah bersanta-santai di Pulau Maratua, kita menuju ke sebuah laguna di balik Danau Kakaban, yaitu Kehe Daing. Laguna yang belum banyak dikunjungi traveler di Kepulauan Derawan dengan air yang hijau toska. Saat tiba di lokasi dan menuruni boat, kita harus memakai alas kaki, karena yang kita injak bukanlah pasir pantai melainkan pecahan bebatuan karang. Cukup tajam.

Pantainya sendiri ada dibalik tebing. Ada dua cara untuk menuju Kehe Daing, pertama naik tangga kayu atau melalui terowongan. Untuk lewat terowongan hanya bisa dilalui saat air surut.

Goa Haji Mangku

Lanjut lagi, sebelum kita balik ke villa, kita mampir ke Goa Haju Mangku. Lokasi goa ini berada di tengah-tengah hutan yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun. Dimulai dengan trekking ringan, kita harus hati-hati dalam memilih pijakan karena jalurnya yang berkarang tajam. Lalu kita akan disambut oleh bibir gua yang membentuk seperti kolam alami memanjang dengan airnya yang jernih berwarna kebiru-biruan.

Bagi yang berani, bisa langsung loncat untuk menikmati goa ini. Tapi saya lihat dari atas saja ya, hehe.

Diperjalanan pulang ke villa, tidak disangka-sangka, kita kedatangan tamu istimewa, yaitu lumba-lumba dan manta (ikan pari). Sebelumnya kita sudah diberi tahu mungkin tidak bisa melihat manta dan lumba-lumba karena waktu atau cuaca kurang tepat (maaf lupa), namun tidak disangka mereka datang sendiri ke kita berenang beriringan dengan speedboat kita. Maaf tidak bisa mendapatkan foto lumba-lumba, hanya video dengan kapasitas seadanya.


Day 4 / Pulang

Saat kembali ke daratan, kita dibawa ke pusat oleh-oleh di Tarakan dan mampir ke Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan, yah sekalian pamitan.

Oke, itu dia pengalamanku trip 4D3N ke Pulau Derawan. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Masih tidak percaya ada tempat yang eksotis seperti ini di Indonesia. Harus banyak mengeksplore Indonesia nih.

Untuk opentrip, ini sangat menyenangkan, guidenya sangat ramah dan sangat mengerti. Entah kebetulan atau apa, teman trip sangat menyenangkan semua. Dari yang sudah tua (ada yang trip sekeluarga) sampai ke yang muda. Ada yang trip solo dan ada yang berkelompok (>1). Semua membaur. Kita semua bercanda, berbagi cerita dan pengalaman, sampai-sampai grup whatsappnya belum di bubarkan sampai sekarang. Kita juga pernah meetup di Jakarta. Opentrip seperti ini membuat kita memiliki banyak teman baru dan kita juga mengirit ongkos.

Tapi jika prefer trip sendiri tanpa jasa juga tidak masalah, mungkin karena lebih bebas mengatur waktu dan budget. Pilihan masing-masing pribadi.

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini.