Posted in story

PTD ON STAGE IN SEOUL – Live in Cinemas

BTS Permission to Dance Concert in Seoul – Live in CGV Cinemas

Hallo teman, aku mau bagi ceritaku saat nonton konser BTS di Bioskop. Sungguh pengalaman yang luar biasa walaupun menonton via Bioskop, namun suasananya sudah seperti menonton konser langsung.
Hello friends, I want to share my story while watching a BTS concert at the cinema. It’s an amazing experience even though watching via the cinema, but the atmosphere is like watching a live concert.

Cerita tentang beli tiket atau biasanya disebut “war tickets” nya juga seru. Jadi, hari pertama pembelian tiket via Aplikasi CGV Jakarta sangat heboh dan sulit diakses saking banyaknya yang mengakses aplikasinya. Sudah sampai ditahap pembayaran pun ternyata gagal, aku ngga dapat tiket hari pertama untuk teather di Grand Indonesia hiks.
The story about buying tickets or usually called “war tickets” is also exciting. So, the first day of purchasing tickets via the CGV application was very excited and difficult to access because so many people accessed the application. Even at the payment stage, it turned out to be a failure, I didn’t get a ticket.

Namun, hari berikutnya masih ada penjualan tiket untuk teather selain Grand Indonesia, akhirnya kita memilih teather Aeon Jakarta Garden City. Hari kedua war tickets lebih mudah rasanya, CGV berhasil men tune up sistem mereka sehingga pelanggan lebih mudah memproses pembelian tiketnya, dan akhirnya, aku berhasil mendapatkan tiket….. aaakk… senang sekali.
However, the next day there were still ticket sales for theaters other than Grand Indonesia, so we finally chose the Aeon Jakarta Garden City theater. The second day of war tickets was easier, CGV managed to tune up their system so that it was easier for customers to process their ticket purchases, and finally, I managed to get tickets….. aaakk… so happy.

Setelah kita memiliki kode booking untuk pembelian tiket, H-1 hari kita diminta untuk mencetak tiket terlebih dahulu agar di hari H tidak menumpuk dan mengantri terlalu lama sehingga melewatkan acaranya.
After we have the booking code for purchasing tickets, on the day-1 we are asked to print the tickets first so that on the D day we don’t need to queue too long so we won’t miss the event.

Di hari H, kita datang beberapa jam sebelum acara agar menghindari antrian yang cukup panjang. Banyak sekali Army yang datang untuk menonton konser ini, saat menunggu teather dibuka, banyak Army yang membagikan freebies ke kita, dan walaupun awalnya kita tidak saling kenal, kita bisa saling berkenalan dan berbincang.
On the D day, we came a few hours before the event to avoid long queues. A lot of Army came to watch this concert, while waiting for the theater to open, many Army distributed freebies to us, and even though we didn’t know each other at first, we could get to know each other and talk.

Konser dimulai dan seruuu banget. Suasananya sudah sama seperti kita nonton konser di venue aslinya. Walaupun kita di teather, tapi keseruan kita tidak berkurang. Di venue Korea, Army tidak boleh berteriak, hanya boleh bertepuk menggunakan clapper. Disini kami tidak ada larangan, sehingga kita tetap bisa bernyanyi, berdiri, berjoget, namun tetap menggunakan masker ya. Kita juga dilarang untuk memvideo saat konser berlangsung, jadi aku tidak bisa menunjukkannya disini, tapi kita tetap boleh berfoto saat BTS tidak sedang bernyanyi, seperti ini.
The concert started and it was so much fun. The atmosphere is the same as watching a concert at the original venue. Even though we’re in the theater, our fun doesn’t diminish. At the Korean venue, the Army is not allowed to shout, only to clap using the clapper. Here we have no restrictions, so we can still sing, stand, dance, but still wear masks. We’re also not allowed to video during the concert, so I can’t show it here, but we can still take pictures when BTS isn’t singing, like this.

Itulah ceritaku saat konser BTS PTD ON STAGE IN SEOUL LIVE IN CINEMAS, maafkan diriku yang tidak banyak menceritakan gimana BTS nya, aku menulis ini sudah sekitar 4 bulan dari acara, jadi aku bingung gimana menulisnya.
That’s my story during the BTS PTD ON STAGE IN SEOUL LIVE IN CINEMAS concert, I’m sorry that I didn’t tell much about BTS, I wrote this about 4 months from the event, so I’m confused about how to write it.

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini.
Thank you everyone for reading this article.

Posted in story

Review Love, Beauty & Planet Coconut Water & Mimosa Flower

Hallo teman, kali ini aku mau review tentang hair & body care Love, Beauty & Planet series Coconut Water & Mimosa Flower. Udah pada tau produk Love, Beauty & Planet belum nih teman-teman?
Hello friends, this time I want to review the hair & body care Love, Beauty & Planet series Coconut Water & Mimosa Flower. Do you know about Love, Beauty & Planet products yet, friends?

Aku coba ini pertama dari temenku yang punya shampoo dan conditionernya, katanya enak dipakenya. Setelah itu aku coba pakai keramas juga waktu aku main ke tempat temenku, ternyata oke juga, pemakaian shampoonya, rambutku jadi berasa keset *apasih bahasanya keset* dan setelah pemakaian conditionernya, rambut jadi halus. Biasanya aku perlu pakai vitamin rambut setelah keramas agar rambutku bisa disisir, tapi pakai produk ini, aku gak perlu pakai bantuan vitamin lagi setelah keramas biar rambutku bisa disisir. Aku memutuskan untuk pakai produk ini, awalnya aku beli cuma shampoo dan conditioner aja.
I tried this for the first time from my friend who has shampoo and conditioner, he said it was delicious. After that I tried to wash my hair too when I went to my friend’s place, it turned out okay too, using the shampoo, my hair felt like a … *don’t know how to say* and after using the conditioner, my hair became smooth. Usually I need to use hair vitamins after shampooing so that my hair can be combed, but using this product, I don’t need to use vitamin help anymore after shampooing so that my hair can be combed. I decided to use this product, at first I just bought shampoo and conditioner.

Tapi, penasaran aku tuh sama semua produk varian ini, soalnya aromanya itu candu banget. Akhirnya aku memutuskan beli Body Lotion dan Body Wash nya. Setelah pemakaian body wash, beneran deh, aromanya itu kok bisa ya, kan nama variannya Coconut Water dan Mimosa Flower, aroma kelapanya ada, tapi ada aroma lain yang unik, mungkin itu aroma Mimosa Flowernya, segar banget.
But, I’m curious about all these variant products, because the scent is so addictive. Finally I decided to buy the Body Lotion and Body Wash. After using the body wash, really, how come the scent works? The names of the variants are Coconut Water and Mimosa Flower, the scent of coconut is there, but there is another unique scent, maybe it’s the scent of Mimosa Flower, it’s really fresh.

Nah, sebelum bobok, aku pakai body lotionnya, aromanya bikin tenang. Dan waktu aku kerja, temenku tanya, siapa bawa biskuit Roma Kelapa? Jadi pengen makan roma.
Hahaha, aku bilang lotionku aroma kelapa. Lucu banget, katanya sekilas kaya aroma biskuit roma kelapa tapi segar.
Well, before I fall asleep, I use the body lotion, the aroma is calm. And when I was working, my friend asked, who brought Roma Kelapa biscuits? want to eat Roma.
Hahaha, I said my lotion smells of coconut. Very funny, she said, at first glance, like the scent of roma coconut biscuits but fresh.

Awalnya aku ngga suka produk perawatan yang berbau kelapa, jadi nggak mau coba-coba. Tapi untuk LBP ini pengecualian. Favorite banget aromanya. Ternyata produk varian ini bukan cuma 4 di atas dong, masih banyak setelah aku cari di websitenya https://www.lovebeautyandplanet.com/us/en/collections/coconut-water-mimosa-flower.html .
At first I didn’t like products that smelled of coconut, so I didn’t want to try them. But LBP is an exception. Very favorite scent. It turns out that this variant product is not only 4 above, there are still many after I searched the website https://www.lovebeautyandplanet.com/us/en/collections/coconut-water-mimosa-flower.html .

Penasaran juga, kenapa nama produknya panjang amat Love, Beauty & Planet. Ternyata LPB ini mengandung kebaikan di semua bagian produknya, dari isinya sampai ke kemasannya. Semua tertuang di website mereka, salah satu penjelasannya adalah
Sustainably sourced : aroma didapatkan dari bahan alami yang certified. Meski ada beberapa bahan yang belum, kami berkomitmen di tahun 2020 semua bahan alami kami berasal dari certified sustainable source”.
100% Recycled materials : botol kami adalah kebanggaan kami. Berasal dari 100% plastik daur ulang yang juga dapat didaur ulang kembali. Meskipun tutup botol kami masih belum dapat didaur ulang, kami berkomitmen untuk sesegera mungkin membuat tutup botol yang juga terbuat dari plastik daur ulang.”
Saving water fast rinse : Melalui riset panjang, pakar produk kami berhasil merancang kondisioner berkualitas tinggi dengan teknologi cepat bilas. Karena kondisioner kami ringan dan gampang dibilas, kamu dapat lebih menghemat air. Kami juga berkomitmen untuk membuat shampo cepat bilas sesegera mungkin.”
Reduce carbon footprint : Kami akan selalu terbuka tentang jejak karbon yang kami hasilkan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, setiap tahunnya kami akan menginformasikan jumlah emisi karbon yang dihasilkan dari produksi dan distribusi kami, dan membuat perhitungan untuk ‘membayar’ atas karbon yang kami dihasilkan. Kami memiliki target untuk mengurangi jejak karbon hingga 20% sebelum tahun 2020. Pajak yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung program pengurangan limbah, emisi karbon juga mendorong tingkat daur ulang yang lebih tinggi. Kami ingin meninggalkan jejak karbon sekecil mungkin, bahkan sampai tidak ada. Namun sampai kami menemukan cara yang tepat untuk melakukan hal tersebut, kami akan berusaha ‘membayar’ atas karbon yang kami hasilkan selama proses produksi, dengan mendukung program pengurangan landfill waste dan carbon emission.”

I am curious as to why the name of the product is so long, Love, Beauty & Planet. It turns out that LPB contains goodness in all parts of its product, from the contents to the packaging. All contained on their website, one explanation is
“Sustainably sourced : the aroma is obtained from certified natural ingredients. Even though there are some ingredients that are not yet, we are committed to 2020 all of our natural ingredients will come from certified sustainable sources”.
“100% Recycled materials : our bottles are our pride. Derived from 100% recycled plastic which can also be recycled again. Although our bottle caps are still not recyclable, we are committed to making bottle caps that are also made of recycled plastic as soon as possible. reset. “
“Saving water fast rinse : Through long research, our product experts have succeeded in designing a high quality conditioner with rinse fast technology. Because our conditioner is light and easy to rinse, you can save more water. We are also committed to making a quick rinse shampoo as soon as possible.”
“Reduce carbon footprint: We will always be open about the carbon footprint we produce. As part of this commitment, each year we will inform you about the amount of carbon emissions generated from our production and distribution, and make calculations to ‘pay’ for the carbon we produce. We have a target to reduce our carbon footprint by 20% by 2020. The tax collected will be used to support waste reduction programs, carbon emissions also encourage higher recycling rates. We want to leave a carbon footprint as small as possible, if not none. But until we find the right way to do this, we will try to ‘pay’ for the carbon we produce during the production process, by supporting programs to reduce landfill waste and carbon emission. “

Yey, itu review produk Love, Beauty & Planet varian Coconut Water dan Mimosa Flower dari aku, semoga membantu. ^^
Yey, that’s a review of the Love, Beauty & Planet product variants of Coconut Water and Mimosa Flower from me, hope this helps. ^^

Posted in story

Pengalaman Service Handphone di Samsung Service Center

Hallo teman, kali ini aku mau berbagi pengalamanku service HP aku di Samsung Service Center. Gimana sih langkah-langkah kalau mau service hp di Samsung Service Center atau pengalamanku service hp disini ? Simak ceritaku ya …
Hello friends, this time I want to share my experience of repairing my cellphone at the Samsung Service Center. What are the steps if you want to repair the cellphone at the Samsung Service Center or my experience of repairing my cellphone here? Listen to my story …

Jadi ceritanya HP aku jatuh dan case belakangnya pecah, HP aku Samsung S10+, case belakangnya kaya kaca gitu jadi rawan pecah (cmiiw). Sebenarnya pecahnya sudah dari tahun lalu, tapi belum aku service karena belum sempat dan masih cari – cari referensi dulu sebelum kesana.
So the story goes that my cellphone fell and the back case is broken, my cellphone was a Samsung S10 +, the back case was like glass (cmiiw). Actually, the break was from last year, but I haven’t been able to repair it because I haven’t had time and I’m still looking for references before going there.

Bisa diliat dari foto-foto diatas, case belakangnya pecah. Aku jadi nggak pede buat pake clear case karena ini. Akhirnya aku nggak tahan dan memutuskan untuk menggantinya. Aku cari-cari tau dimana lokasi Samsung Service Center terdekat di daerahku. Aku cari disini https://www.samsung.com/id/support/service-center/ , Samsung Service Center terdekat adalah di Samsung Service Center ITC Cempaka Mas.
You can see from the photos above, the back case is broken. I don’t feel confident using the clear case because of this. Finally I couldn’t stand it and decided to replace it. I was looking for the location of the nearest Samsung Service Center in my area. I’m looking for it here https://www.samsung.com/id/support/service-center/, the closest Samsung Service Center is the Samsung Service Center ITC Cempaka Mas.

Jadi aku kesana jam 12 siang, tempatnya ada di Lantai 5 ya, memang di website tertera lantai 4, tapi waktu kesana, ternyata ada di Lantai 5. Mudahnya, aku masuk ke ITC lewat Lobby Utara, lalu naik Lift (lift ada di depan KFC lantai G) langsung ke Lantai 5, sudah pas didepan Samsung Service Center (kalau pakai eskalator tempatnya di sebelah MCD/AW).
So I went there at 12 AM, the place is on the 5th Floor, yes, in the website is on the 4th floor, but when I got there, it turned out to be on the 5th Floor. I entered ITC through the North Lobby, then took the Lift (the lift is in front of KFC floor G) directly to Floor 5, it is right in front of the Samsung Service Center (if you use the escalator the place is next to MCD / AW).

Datang langsung ambil antrean di mesin dan memilih perbaikan produk. Setelah dipanggil, aku langsung menceritakan problem pecahnya case hp ku. HPku dicek oleh petugas dan diberitahu informasi penggantian sebelum diproses. Informasinya adalah masalah utamanya apa (pecah back case), lalu harga perangkatnya, dan stok perangkatnya. Ternyata perangkatnya (back case) sedang kosong hari itu, jadi disarankan untuk ditinggal, tapi karena aku nggak bisa ninggal hp, jadi aku minta alternatif lain. Petugas menyarankan aku booking online service di aplikasi Samsung Member, nanti setelah booking disana, kita akan ditelfon untuk konfirmasi permasalahan (Samsung akan menyiapkan back casenya), lalu dihari yg kita pilih itu kita tinggal datang untuk service hp nya. Untuk Tindakan perbaikannya sendiri Samsung menerapkan 1 jam perbaikan, jadi bisa ditunggu.
Come, just take the line number at the machine and choose product repair. After being called, I immediately told the problem of breaking my cellphone case. My cellphone was checked by the officer and notified of replacement information before processing. The information is the main problem (broken back case), then the price of the device, and the stock of the device. It turned out that the device (back case) was empty that day, so it was recommended to leave it, but because I couldn’t leave my cellphone, I asked for another alternative. The clerk advised me to book an online service in the Samsung Member application, later after booking there, we will be called to confirm the problem (Samsung will prepare the back case), then on the day we choose we just come to service the cellphone. For its own repair action, Samsung applied 1 hour of repair, so you can wait.

Setelah itu aku pulang dan booking di aplikasi Samsung Member. Namun besoknya, saat aku ditelfon oleh pihak Samsung, aku sedang ada meeting jadi tidak terangkat. Lalu aku datang lagi ke Samsung Service Center menanyakan booking serviceku, ternyata karna telfonnya tidak terangkat, jadi perangkat back casenya belum tersedia. Akhirnya petugasnya memberikan alternatif lain lagi, jadi aku pesen back casenya dulu hari ini dan dibayar sekarang juga, besok datang lagi kesini untuk tindakan perbaikannya (nah ini kenapa nggak dari awal). Aku terima alternatif ini dan membayar hari itu juga (harganya totalnya adalah Rp496.827) dan dibayarnya harus cash karena barang belum ada, nanti kita akan diberikan tanda bukti pembayaran yang harus dibawa lagi besok saat tindakan perbaikan.
After that I went home and made a booking on the Samsung Member application. But the next day, when I was called by Samsung, I was in a meeting so I didn’t pick up. Then I came to the Samsung Service Center again to ask for my service booking, apparently because the call was not picked up, so the stock of the back case was not yet available. Finally, the officer gave another alternative, so I ordered the back case first today and get paid right now, come here tomorrow for repair action (why not from the beginning) I accepted this alternative and paid the same day (the total price was IDR 496,827) and had to pay cash because the goods were not available, later we will be given proof of payment that must be brought back tomorrow during corrective action.

Setelah itu aku pulang dan sorenya langsung ditelfon lagi oleh pihak Samsung untuk memberitahukan bahwa perangkat back casenya sudah tersedia dan besok bisa langsung diperbaiki.
After that I went home and in the afternoon I was immediately called again by Samsung to inform me that the back case was available and it could be repaired tomorrow.

Jadi keesokan harinya aku datang lagi kesana dan langsung menuju counter 1 untuk dilakukan perbaikan hp. Aku datang jam 13.30, disuruh menunggu sekitar 1 jam. Dan belum 1 jam, sekitar 45 menit, perbaikan sudah selesai. Ini dia hasilnya …
So the next day I came there again and went straight to counter 1 to do cellphone repair. I came at 13.30, told to wait about 1 hour. And not yet 1 hour, about 45 minutes, the repair has been completed. Here comes the result …

Jadi intinya, perbaikannya cepat. Dari ceritaku diatas, sepertinya aku berkali-kali datang ke Samsung Service Center. Tapi sebenarnya bisa lebih singkat dan cepat jika :
So, repair process is ​​fast. From my story above, it seems like I have come to the Samsung Service Center many times. But it can actually be shorter and faster if:

  1. Booking Online Service di Aplikasi Samsung Member. Nanti kita ditelfon sebelum hari-h (harus diangkat, karena untuk memastikan permasalahan agar saat kita datang, perangkat yang diperlukan sudah tersedia), dan datang sesuai tanggal yang kita pilih untuk dilakukan perbaikan yang bisa kita tunggu 1 jam, selesai.
    Online Booking Service on the Samsung Member Application. Later we are called before the d-day (MUST be picked up, because to make sure the problem is that when we arrive, the necessary equipment is available), and arrive according to the date we choose to do the repair which we can wait 1 hour, finished.
  2. Datang ke Samsung Service Center, jika perangkat tersedia, bisa dilakukan saat itu juga dengan menunggu 1 jam, atau jika perangkat tidak tersedia, hp bisa ditinggal, kalau sudah selesai bisa diambil. Atau jika tidak mau ditinggal hpnya, bisa minta book dulu dengan membayar perangkatnya hari itu juga, dan besoknya perangkatnya datang, kita bisa datang untuk perbaikan, selesai.
    Come to the Samsung Service Center, if the device is available, it can be done right away by waiting for 1 hour, or if the device is not available, the cellphone can be left behind, when it’s finished it can be retrieved. Or if you don’t want to leave your cellphone, you can ask to book first by paying for the device that day, and the next day the device comes, we can come for repair, it’s finished.

Itulah pengalamanku service HP di Samsung Service Center, terimakasih sudah membaca.
That’s my experience with repairing my cellphone at Samsung Service Center, thanks for reading.

Posted in travel

Jalan-jalan ke Singapore with Jenius

2D1N Trip to Singapore

Hallo teman, aku mau bagi pengalaman travelingku ke Singapore. Ini pertama kalinya aku pergi keluar negeri. Walaupun cukup singkat, tapi aku seneng dan nggak nyangka banget bisa datang berkunjung ke negara ini. Gimana ceritaku jalan-jalan di Singapore?
Hello friends, I want to share my travel experience to Singapore. This is my first time going abroad. Even though it was quite short, I was happy and didn’t expect that I could come to this country. What is the story about traveling in Singapore?

Aku trip ke Singapore ini tanggal 24 Agustus 2019 bersama dengan teman-temanku. Kita nggak ikut open trip, kita berkeliling sendiri karena salah satu temanku sudah pernah ke Singapore. Walaupun kita cuma 2 hari, tapi kita puas mengelilingi Singapore jalan kaki dan naik MRT.
I’m on this trip to Singapore on August 24, 2019 together with my friends. We don’t go on open trips, we go around alone because one of my friends has been to Singapore. Even though we only spent 2 days, we were satisfied to walk around Singapore and take the MRT.

Siapa sih yang ngga pingin berkunjung ke negara Singapore ini? Negara yang terkenal maju ini memang sangat menarik hati para traveller. Kita sampai di Changi hari Jumat malam. Karena sudah jam 11 malam, MRT sudah tidak beroperasi dan kita naik busway. Naik busway di Singapore ini sebenarnya enak, tapi ternyata jarak dari Bandara ke penginapan kita (di sekitar Chinatown) terlalu jauh dan halte busway ada setiap berapa meter sekali, sehingga kita sudah tidak sanggup jadi kita turun dari busway dan lanjut naik Grab.
Who doesn’t want to visit Singapore? This well-known developed country is indeed very attractive to travelers. We arrived at Changi Friday night. Because it is already 11pm, the MRT is no longer operating and we take the busway. Taking the busway in Singapore is actually nice, but it turns out that the distance from the airport to our accommodation (around Chinatown) is too far and there are busway stops every few meters, so we can’t afford it so we get off the busway and continue taking Grab.

Day 1

Tujuan kita pertama adalah yang terdekat dengan penginapan, yaitu Old Hill Street Police Station yang berseberangan dengan Clark Quay. Bangunan ini memiliki sekitar 900 buah jendela, dengan bingkai berwarna-warni sangat instagramable. Bangunan ini seperti namanya, dulunya adalah Police Station, sekarang digunakan sebagai kantor MICA (Ministry of Information, Communications and the Arts).
Our first destination is the one closest to the inn, which is Old Hill Street Police Station which is opposite Clark Quay. This building has about 900 windows, with colorful frames that are very instagramable. This building, as the name suggests, was formerly the Police Station, now it is used as the MICA (Ministry of Information, Communications and the Arts) office.

Bisa dilihat sendiri kan, bangunan Old Hill Street Police Station ini sangat unik dan menarik. Setelah itu, kita melanjutkan perjalanan memutari Clark Quay. Apabila datang ke Clark Quay pada pagi hari, restoran-restoran sekitarnya belum semua buka, hanya beberapa saja yang sudah buka. Kita juga bisa jogging disekitar atau sekedar menikmati pemandangan sungainya. Jika datang pada sore atau malam hari, akan banyak gemerlap lampu di Clark Quay ini.
You can see for yourself, the Old Hill Street Police Station building is very unique and interesting. After that, we continue our journey around Clark Quay. When you come to Clark Quay in the morning, not all of the surrounding restaurants are open, only a few are open. We can also jog around or just enjoy the river view. If you come in the afternoon or evening, there will be lots of sparkling lights in Clark Quay.

Setelah memutari daerah Clark Quay, kita melanjutkan berjalan dan menaiki MRT menuju daerah Haji Lane. Untuk pengalaman naik MRT di Singapura, waah… maklum belum pernah sebelumnya naik MRT, cuma pernah naik Commuter Line, Stasiunnya gede banget, banyak line-line yang saling terhubung antar stasiun dan ramai sekali. Sepertinya banyak masyarakat yang menggunakan jasa transportasi umum ini, karena ini termasuk murah. Kebiasaan masyarakat disini juga tertib, seperti saat berada di eskalator, jika ingin berhenti harus disisi kiri, dan jika ingin berjalan, disisi kanan, semua orang saling mengingatkan. Lalu, dilarang makan atau minum di area dalam stasiun, akan ada petugas yang mengawasi. Lalu, berdiri pada garis yang telah ditentukan untuk keluar/masuk kereta. Untuk pembayaran MRT ini ada 2 macam, tunai atau cashless. Jika tunai, akan diarahkan ke vending machine untuk pembelian tiketnya. Jika cashless, bisa menggunakan EZ-Link atau STP (Singapore Tourist Pass), atau bisa juga menggunakan visa card. Aku sendiri menggunakan visa card Jenius atau kartu debit Jenius, karena kartu Jenius bisa digunakan sebagai kartu visa. Aku mencari informasi kalau di Singapore menerima pembayaran menggunakan visa card, jadi aku mencoba menggunakannya. Dan beneran bisa dong. Pembayaran Busway, MRT, belanja, semua bisa menggunakan kartu Jenius ini. Waktu itu aku menukarkan saldo m-card Jeniusku di fitur Jenius tukar uang sebelum ke Singapore untuk berjaga-jaga uang tunaiku habis.
After circling the Clark Quay area, we continue walking and take the MRT to the Haji Lane area. For the experience of riding the MRT in Singapore, woow … I ‘ve never been on the MRT before, only ever been on the Commuter Line, the station is really big, there are many lines that are connected between stations and it’s very busy. It seems that many people use this public transportation service, because it is cheap. The habits of the people here are also great, such as when they are on an escalator, if you want to stop you have to be on the left side, and if you want to walk, go to the right side, everyone reminds each other. Then, it is forbidden to eat or drink in the area within the station, there will be officers watching. Then, stand on the designated line for getting on / off the train. There are 2 types of MRT payments, cash or cashless. If it’s cash, it will be directed to the vending machine for ticket purchases. If cashless, you can use EZ-Link or STP (Singapore Tourist Pass), or you can also use a visa card. I myself use a Jenius visa card or a Jenius debit card, because a Jenius card can be used as a visa card. I was looking for information that Singapore accepts payment using a visa card, so I tried to use it. And you really can. Payment for Busway, MRT, shopping, all can use this Jenius card. At that time, I exchanged my Jenius m-card balance in the Jenius money exchange feature before going to Singapore just in case my cash ran out.

Kartu Debit Jenius untuk naik MRT di Singapore

Haji Lane, Kampong Glam, Arab Street, Bugis Street, dan sekitarnya. Banyak hal-hal dan spot menarik disini dan juga disini sangat ramai.
Haji Lane, Kampong Glam, Arab Street, Bugis Street and surrounding areas. There are many interesting things and spots here and it is also very busy here.

Banyak distro-distro menarik dan toko cinderamata disini. Nggak heran banyak wisatawan suka berjalan-jalan disini.
Many interesting distros and souvenir shops here. No wonder many tourists like to take a walk here.

Kita juga makan siang disini, tempatnya semacam warung nasi padang (yang aman-aman aja lah ya). Dan kita juga mampir ke Masjid Sultan, tapi kita sholat Dhuhur bukan di Masjid Sultan, aku lupa nama Masjidnya. Pengalaman yang aku dapet, kalau aku isi air minum (lebih baik bawa botol air minum/tumbler sendiri ya untuk diisi ulang, daripada beli air terus terusan) di kawasan masjid, airnya itu dingin (kaya air dari kulkas), sejuk banget.
We also have lunch here, the place is like a Padang rice stall (which is safe for us). And we also stop at the Sultan Mosque, but we pray Dhuhr not at the Sultan Mosque, I forgot the name of the mosque. The experience I got, if I fill drinking water (better bring our own drinking water bottle / tumbler to refill it, rather than buying water continuously) in the mosque area, the water is cold (like water from the refrigerator), really cool.

Setelah berkeliling di Arab Street dkk, kita melajutkan berjalan menuju Mustafa Center untuk membeli oleh-oleh. Kita memutuskan untuk membeli oleh-oleh di hari pertama, karena agar besok kita fokus jalan-jalan dan langsung menuju bandara untuk pulang, dan oleh-oleh sudah terpacking rapi. Saat belanja di Mustafa Center pun, aku membayar menggunakan kartu debit Jenius. Pernah saat itu, uang SGD (Singapore Dollar) di kartu Jenius yang telah kutukar sebelumnya habis, petugas kasir memberitahukan saldo SDG ku sisa segini, mau tetap membayar menggunakan kartu visa namun langsung memotong saldo IDR (Indonesia Rupiah) atau membayar menggunakan tunai. Ternyata, walau kita tidak punya uang SGD di Jenius, pembayaran tetap bisa dilakukan menggunakan saldo uang IDR yang nantinya akan otomatis ditukar kurs SGD. Jenius beneran ya.
After walking around on Arab Street and others, we continued walking towards Mustafa Center to buy souvenirs. We decided to buy souvenirs on the first day, because tomorrow we focus on sightseeing and go straight to the airport to go home, and the souvenirs are neatly packed. Even when shopping at Mustafa Center, I pay using a Jenius debit card. At that time, the SGD (Singapore Dollar) on the Jenius card that I had previously exchanged ran out, the cashier told me that I had this remaining SDG balance, you can kept paying using a visa card but immediately deducted my IDR (Indonesian Rupiah) balance or paid using cash. It turns out, even though we don’t have SGD money at Jenius, payments can still be made using the IDR balance which will be automatically exchanged for the SGD exchange rate. Really genius huh.

Setelah berbelanja oleh-oleh di Mustafa Center, kita balik ke penginapan untuk taruh barang yang dibeli dan istirahat sebentar, setelah itu kita lanjut destinasi selanjutnya, yaitu Merlion Park. Di Merlion Park ini, katanya belum ke Singapore kalau belum foto sama patung Singa Mancurnya. Dari Merlion Park ini, kita bisa liat Marina Bay dengan jelas banget. Pas aku kesana, pas cerah dan ramai banget. Oh iya, spot foto favorit aku di tembok yang ada bunga-bunga Bougenville nya, lucu banget, jangan sampai lupa foto disitu ya.
After shopping for souvenirs at Mustafa Center, we return to the inn to put the items purchased and rest for a while, after that we continue our next destination, namely Merlion Park. At Merlion Park, it said, we hasn’t been to Singapore without taking a photo with the Singa Mancur statue. From the Merlion Park, we can see Marina Bay very clearly. When I went there, it was bright and really busy. Oh yeah, my favorite photo spot on the wall that had Bougenville flowers, so cute, don’t forget to take a photo there.

Setelah puas menikmati Merlion Park, kita mengejar waktu untuk menuju ke Gardens by the Bay. Perjalanan yang terasa banget ini kesana, tapi terbayar kok. Kita kesana kejar light show Garden Rhapsody. Pas kita sampai sana, matahari sudah terbenam, dan taman-taman disana, lampunya nyala semua, bagus banget. Kita berjalan dibawah Marina Bay, melihat Marina Bay dari bawah itu rasanya… Dan kita berasa masuk ke dunia avatar, dimana semua pohonnya menyala warna-warni. Saat musiknya mulai, semua orang duduk dibawah pohon, ada yang tidur juga sambil mengabadikan momen. Musik dan cahayanya sesuai. Romantis deh pokoknya.
After enjoying the Merlion Park, we catch the time to head to Gardens by the Bay. This really feels like a trip there, but it really paid off. We go there and chase the Garden Rhapsody light show. When we got there, the sun was already setting, and the gardens were there, the lights were all on, really good. We walk under Marina Bay, see Marina Bay from below it feels … And we feel like entering the world of avatars, where all the trees are lit up with colors. When the music starts, everyone is sitting under the tree, some are sleeping too, capturing the moment. Music and light are appropriate. Anyway, romantic.

Disaat pertunjukan selesai, penonton semua bertepuk tangan. Memang bagus banget sih Garden Rhapsodynya. Setelah dari Gardens by the Bay ini, kita mampir sebentar ke Mall Marina Bay Sands, gak beli apapun sih, hehe. Kita juga lihat pertunjukkan light & water show di Marina Bay Sands, Spectra. Tempat pertunjukkannya di luar ruangan, di Event Plaza. Event Plaza ini jika dilihat-lihat, tempatnya diseberang Merlion Park.
When the show ended, the audience all applauded. The Garden Rhapsody is really good. After from Gardens by the Bay, we stopped briefly at Marina Bay Sands Mall, didn’t buy anything, hehe. We also saw the light & water show at Marina Bay Sands, Spectra. The venue is outdoor at the Event Plaza. This Event Plaza if you look around, the place is opposite the Merlion Park.


Day 2

Hari ke-2 ini, waktunya kita pulang. Tapi masih ada waktu untuk jalan-jalan sampai sore hari sebelum malamnya kita balik. Pagi hari kita checkout, tapi kita bisa titip koper di resepsionisnya untuk kita ambil sore hari sebelum kita ke bandara. Tujuan selanjutnya adalah ke salah satu tempat syuting Crazy Rich Asians. Bekas sekolah dan Gereja Chijmes yang sekarang sudah menjadi Restaurant dan Cafe.
This 2nd day, it’s time for us to go home. But there is still time to take a walk until the afternoon before we turn back at night. In the morning we checkout, but we can leave our luggage at the reception for us to pick up the afternoon before we go to the airport. The next destination is to one of the shooting locations for Crazy Rich Asians. The former school and Chijmes Church which now has become a Restaurant and Cafe.

Lanjut.. kita ke Universal Studios Singapore. Kita ke USS naik MRT dari Vivo City. Gak masuk ke dalem sih, cuma foto-foto diluar aja, hehe, soalnya waktunya nggak cukup.
Next .. we go to Universal Studios Singapore. We go to USS by taking the MRT from Vivo City. I don’t go into the palace, just taking pictures outside, hehe, because there’s not enough time.

Udah selesai deh ceritaku jalan-jalan singkat ke Singapore kali ini. Singkat tapi nagih, pengen kesana lagi. Ada rekomendasi tempat menarik lainnya lagi nggak? bagi yaa…
I’ve finished my story for a short trip to Singapore this time. Short but addicted, want to go there again. Are there any recommendations for other interesting places? share with me …

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini. Thank you everyone for reading this article.

Posted in story

Gimana rasanya jadi Maba Teknik Informatika kala itu

Hai, aku pernah menjadi mahasiswa Teknik Informatika ITS tahun 2013. Alhamdulillah aku bisa masuk di Universitas ini. Gimana sih rasanya jadi maba Teknik Informatika ITS (TC) kala itu? Hmm.. sini aku ceritain, baca disini yah, jangan kemana mana dulu…seru loh. Kita sebut Teknik Informatika ITS ini TC ya, singkatan dari Teknik Computer, dulu nama jurusan ini adalah Teknik Computer, sampai sekarang penyebutannya masih TC sampai ke himpunan mahasiswanya juga bernama HMTC ITS.

Oh iya, sebelum aku ceritain, aku kasih review dari sudut pandang waktu udah jadi alumni ya. Ternyata hal-hal yang didapatkan dari ospek dan pengaderan saat kuliah itu bisa bermanfaat dari kita, dari segi softskill ataupun pengalaman pribadi seperti memiliki kenangan tersendiri untuk kita. Aku bisa hafal semua temanku satu angkatan, dan juga bisa kenal senior-senior kita. Senior kita ternyata tidak semengerikan yang kita kira, senior yang mau membantu kita saat kita kesulitan akan kehidupan dikampus ataupun di luar kampus, seperti saat kita bingung mata kuliah atau kita bingung mencari kos atau bingung cara mengurus yudisium sampai bingung mencari pekerjaan. Selain itu, setelah selesai kuliah atau saat sudah di kehidupan bekerja pun aku masih akrab dengan semua teman-teman, masih berkomunikasi dan masih sering bercerita pengalaman kita saat ospek, “waah, dulu kalo nggak ikut kaderisasi, aku pasti masih cupu, aku gak berani nyapa senior ini, dan aku pasti gak punya cerita yang bikin kangen kaya gini….” (**maaf sebelumnya** pengalaman ini murni dari pengalaman pribadi kita yang kuliah di ITS jurusan Teknik Informatika ya, kita tidak tahu bagaimana jika di sekolah lain **tidak bermaksud menyinggung pihak manapun**)

Pertama kali aku kenal dengan temen-temen TC13 ini waktu kita kumpul pertama kali di gedung Teknik Informatika tanggal 16 Agustus 2013. Waktu aku dateng, temen-temen yang ada disana itu cowok semua, dan aku mulai berkenalan dengan yang ada disana. Setelah beberapa saat, temen-temen yang cewek pun dateng dan kita saling berkenalan dan ngobrol. Itu adalah kumpul pertama kita sebelum OK2BK (Orientasi Keilmiahan & Keprofesian Berbasis Kompetensi). Setelah itu kita ada kumpul lagi, tapi kumpul sama senior di Aula TC di jurusan Teknik Informatika. Kita belum tahu senior itu siapa, mungkin anggota himpunan? (itu menurut kita). Disana kita perkenalan, forum tersebut dipimpin oleh mbak Pundi. Kita semua mulai perkenalan satu per satu. Lalu kita disuruh bercerita bagaimana perasaan waktu diterima di Teknik Informatika ini. Dari kita yang bercerita adalah Nadia, Yahya, dan John (seinget saya). Waktu pertemuan ini, kita diberi tugas pertama kali, yaitu membuat buku yang katanya setiap angkatan di jurusan TC ini punya, yaitu BUKU BIRU. Kita dijelaskan tentang format pembuatan buku tersebut. Dan kita juga disuruh membawa buku tersebut saat berada di kampus ini. Lalu, kita diberi penjelasan tentang dresscode untuk OK2BK. Setelah ngobrol lama dengan senior, kita akhirnya pulang. Kita mengadakan kumpul lagi di parkiran Graha ITS untuk membahas penugasan buku biru tersebut, tapi sebelumnya kita berkenalan satu persatu lagi agar kita cepat kenal. Sulit buat kami para cewek untuk membedakan temen-temen kita yang cowok, karena disamping jumlahnya lebih banyak, gaya rambutnya semua sama. Kembali lagi ke topik penugasan, dari yang mulai sampulnya, ukuran logonya, kertas warnanya, ukuran buku, dan format penulisannya kita bahas. Karena dari penugasannya kita disuruh harus seragam semuanya. Diforum ini, yang aktif berbicara adalah Yahya, Fany, dan Nadia (seinget saya).

Hari pertama OK2BK (Senin, 2 September 2014) Acara pertama diisi oleh Ibu Henning. Beliau memberi ucapan selama datang kepada kita Mahasiswa Baru Teknik Informatika 2013. Beliau mulai menjelaskan tentang tata kehidupan dikampus. Menjelaskan tentang perkuliahan dan juga tentang nilai minimal untuk mata kuliah umum dan jurusan. Setelah itu, beliau memberikan tips :

  1. Ambil sks : SKS = 18, pengambilan SKS itu tergantung IP, kira-kira SKS mana yang tidak berat, konsultasi dahulu kepada dosen wali/bertanya-tanya kepada senior, cek dosen pengajarnya.
  2. Nilai A, AB, B, BC, C : jangan banyak nilai C nya, jangan mengulang sebelum tahap persiapan selesai.
  3. Tugas dikumpulkan tepat waktu. Wajib. Jangan nyontek.
  4. Evaluasi dan ujian, semua harus diikuti.
  5. Jangan titip absen.
  6. Tips berhubungan dengan dosen :
    1. Menyapa.
    2. Apabila ingin bertemu, membuat janji terlebih dahulu.
    3. Jangan alay.
    4. Memakai Yth. dan terimakasih.
    5. Perhatikan waktu.
  7. Saat mengerjakan tugas kelompok :
    1. Semua harus kerja.
    2. Jangan langsung copy paste dari internet.

Dan yang terakhir adalah, beliau banyak menjelaskan tentang SKEM. Saat penjelasan tersebut, kita semua memperhatikan dengan seksama dan banyak juga teman-teman yang bertanya. Setelah kita selesai acara, kita disuruh mereview.
Setelah itu, kita dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan perwalian SC (Steering Comittee), dan saya mendapatkan SC mbak Momo. Mbak Momo ini cewek tomboy banget. Kita ngobrol-ngobrol dan berkenalan dengan mbak Momo. Setelah itu, sebelum acara selesai kita dibacakan peraturan OK2BK untuk besok, yaitu :

  1. Peserta adalah Mahasiswa Baru 2013.
  2. Memakai dresscode yang sesuai : rok panjang hitam, kaos kaki putih, ikat pinggang, kemeja putih polos. Dan membawa baju olahraga (warna dominan sama).
  3. Dilarang membawa NADZA.
  4. Dilarang membawa jam tangan (kecuali komting).
  5. Dilarang membawa barang elektronik.
  6. Dilarang membawa barang selain yang disebutkan.
  7. Membawa kantong kresek untuk alat sholat.
  8. Datang bersama-sama dan penuh.
  9. Jam malam untuk perempuan adalah jam 10 WITC (Waktu Indonesia bagian TC).
  10. Absen komunal angkatan.

Untuk komting, hari itu kita memilih komting sesuai dengan siapa saja yang mengajukan menjadi komting. Seinget saya yang mengajukan diri itu ada Yahya, Zikrul, Fany, Bilfash, maaf yang lain saya lupa. Mereka yang mengajukan diri disuruh menyebutkan visi misinya dan kita akan memilih dengan voting. Setelah voting, hasilnya adalah Yahya yang menjadi komting kita.
Kita juga dibacakan apa saja yang perlu untuk dibawa besok, yaitu :

  1. Air minum berlogo HMTC.
  2. Sarapan nasi dengan lauk dan porsi yang pasti habis dan seragam
  3. Alat tulis dan buku biru.
  4. Membuat name tag yang terlihat dari jarak 5 meter.
  5. Alat sholat dan kantong kresek.
  6. Uang 5000 untuk makan siang.
  7. Pagi memakai kaos olahraga yang dominan sama.
  8. Membuat yel-yel yang membanggakan 1 angkatan.
  9. Hafalkan bilangan biner 0-7.
  10. Dibuku biru ditambah profil teman 1 angkatan, 1 halaman 1 profil. Harus seragam.
  11. Membawa sendok.

Kira-kira pada tau ngga esensi dari hal-hal diatas?? komen ya kalau tau…
Setelah acara selesai kita dipulangkan. Waktu perjalanan ke parkiran, waah kita di pagar betisi oleh senior-senior OC (Organizing Committee). Waktu ambil motor, yang cowok langsung bantuin yang cewek, aku kan bingung, “kenapa?” kataku. Katanya yang cowok harus bantu yang cewek dan yang cewek gak boleh nuntun motor sendiri, kan ada cowok. Selama berjalan dari parkiran ke jalan keluar, kita dipagar betisi lagi oleh senior-senior. Setelah itu kita kumpul di depan gedung robotika buat membahas penugasan-penugasan dan barang-barang yang harus dibawa besok. Dari masalah makanan, yang mengurusi adalah risma dan arianto. Absen komunal diurusi oleh yahya, untuk yel-yel diurusi oleh zikrul.

Hari kedua OK2BK Selasa, 03 September 2013. Sebelum kita berangkat ke TC bersama, kita kumpul dirobotika dulu jam 5 pagi. Untuk absen, pembagian makanan, pengecekan buku biru, pengecekan atribut dan barang-barang, dan menunggu teman-teman yang belum datang. Kita menunggu teman-teman yang belum datang, sampai jam yang harusnya kita udah berangkat ke TC, kita juga masih tetap menunggu teman kita. Karena kita memutuskan berangkat bersama. Sampai-sampai kita dijemput sama OC dan ditanya kenapa nggak berangkat-berangkat juga padahal sudah jamnya. Akhirnya kita berangkat ke TC bersama. Setelah sampai di TC, kita disuruh berkumpul di parkiran mobil. Kita ditanya kenapa bisa telat, yang hadir berapa, dan pengecekan barang.

Setelah itu kita pemanasan senam dipimpin oleh mas Febri dengan bilangan biner 0-7. Bayangkan, kita yang biasanya olahraga dengan hitungan 1-8, diubah menjadi “000,001,010,011,100,101,110,111” kita pada kelabakan awalnya, namun selanjutnya kita terbiasa, kadang kita saingan suara dengan maba lain yang sedang senam pagi juga. Lalu jogging bersama.
Lalu, materi hari ini adalah penjelasan tentang Lab-lab yang ada di TC ini. Penjelasan menggunakan powerpoint, dan setelah itu kita berkeliling lab untuk lebih jelasnya. Untuk hari-hari berikutnya di OK2BK, kita diberi penjelasan tentang Pengurus Harian HMTC, mulai dari Kahima sampai Departemennya.

Diakhir OK2BK, kita disuruh membuat tanda pengenal yang unik, khas, dan membanggakan dan kita memutuskan membuat armband. Dan memakai dresscode selama kita berada dilingkungan kampus dan selama armband belum jadi, berupa kemeja atasan lebih terang dari bawahan dan celana bebas, serta memakai nametag dan ikat pinggang.
Beberapa hari kemudian, ada pertemuan dengan lagi, ditanya tentang progress armband yang belum jadi. Karena, kesalahan penjahitnya jadi armband kita lama banget jadinya. Dan ternyata, katanya senior TC tidak bisa membedakan antara maba TC dengan maba lain saat di kampus,  jadinya dresscode diubah. Berupa, kemeja atasan lebih terang dari bawahan, dan memakai rok untuk yang cewek, celana kain untuk yang cowok, serta memakai nametag dan ikat pinggang. Sebenarnya kita keberatan dengan adanya dresscode seperti itu, karena dari kita yang cewek juga tidak punya banyak rok, jadi untuk memakai 1 rok untuk beberapa kali itu agak gimana gitu. Tapi gimana lagi.


Biasanya setiap malam itu kita ada sesi, entah cewek atau cowok, biasanya 10 orang untuk sesi. Saat sesi, biasanya membahas keadaan angkatan, membahas sudah kenal berapa angkatan, sudah kenal senior belum, perkembangan foto buku biru, dan banyak lagi. Saat ada jarkom tentang sesi itu rasanya, ‘haduuh ada sesi, semoga jangan aku yang dapet’ itulah biasanya yang terpikir. Karena, dimata kita sesi itu terlalu tegang dan bahasannya biasanya memojokkan kita, katanya ‘santai aja dek, jangan terlalu tegang’ tapi kalo kita senyum, ‘ngapain kamu senyum?’ digituin. Katanya santai. Bilang aja ‘jangan santai dek, ini sesi tegang’ gitu kan bisa.
Lalu, ada kabar tentang diadakannya tes kenal angkatan katanya. Kita disana dipress oleh warga (senior C diluar pengurus HMTC). Tapi, ada serunya juga, saat buku biru dari beberapa teman kita yang kurang memenuhi syarat digantung di tengah lapangan dan kita disuruh membantu mengambilnya. Karena yang cewek nggak bisa apa-apa, kita akhirnya menyemangati dengan yel-yel. Itu saat yang mengharukan. Saat yang cowok saling bantu untuk mengambil buku yang digantung diatas, si Ardhan hampir aja jatuh, tapi untungnya teman-teman yang dibawah langsung menangkapnya. Kita kaget banget. Lalu setelah itu, senior-senior yang cowok langsung ikut menjaga dari bawah agar tidak ada yang jatuh lagi. (Kalau ditelusuri, setelah kita jadi senior, kita diceritain kalau ternyata gara-gara kejadian hampir jatuh ini, semua panitia OK2BK yaitu pengurus HMTC tahun itu terkena hukuman oleh warga atasnya (senior C atas mereka) karena dirasa membahayakan adik-adik). Setelah game download itu, kita ada tes kenal angkatan. Sebagian besar kita sudah mengenal satu sama lain, karena kita sudah berusaha untuk mengenal satu sama lain melalui banyak hal, seperti saat kumpul, kita membuat game yang isinya pertanyaan nama, nrp, dan asal. Seru banget, dari itu kita bisa kenal dan seru-seruan. Tapi saat itu, ternyata si ada temen kita yang tidak kenal 11 temen yang lain dan katanya kita tidak lolos booster itu.
Kita diberi penugasan setelah booster untuk membuat bendera HMTC ukuran 4×6 dengan waktu 2 minggu. Setiap hari kita kumpul untuk mengerjakan penugasan itu. Kita setiap hari menyuruh teman-teman untuk membantu penugasan tersebut, karena penugasan tesebut harus dikerjakan 1 angkatan dan setiap hari ada absennya. Tapi akhirnya kita bisa menyelesaikan penugasan tersebut. Katanya, bendera kita bendera yang paling bagus dari angkatan-angkatan sebelumnya. Kita juga senang, karena kita bisa berkumpul bersama untuk membuat bendera HMTC. Pembuatan bendera ini penuh kenangan, dari yang ngedesain, perkiraan warna, jahit kain, sampai ngecat. Kita cicil sore hari setelah perkuliahan selesai, sampai diusir karena jam malam, pindah ke asrama.

Kejadian setelah SW108, katanya kita mau di tes kenal angkatan lagi. Karena ada temen kita yang tidak hadir, kita disuruh menjemputnya. Ternyata tiba-tiba turun hujan deras, dan ada temen kita yang kecelakaan kecil saat menjemput temen yang lain. Akhirnya temen kita yang luka-luka itu di obati oleh senior di plaza 1. Setelah shalat ashar, kita dikumpulkan di aula. Dan yang masuk ke aula adalah pak Ridho, dosen TKK. Disana kita disuruh melepas nametag dan mengeluarkan baju yang aturannya dimasukkan. Lalu, membuat perjanjian antara pak ridho dengan maba 2013. Setelah kejadian itu, kita tidak memakai dresscode lagi. Dan karena kita sudah tidak diwajibkan mengikuti pengaderan, kita jadi tambah jauh dengan teman-teman kita yang agak pasif dan malas mengikuti kegiatan.
Setelah itu, ada SW109. Setelah kegiatan tersebut, kita ngobrol dengan mbak aida, mas galih, mbak nada, dan mbak novita. Membiacarakan tentang keadaan angkatan kita. Tapi, akhirnya kita menyerahkan kepada departemen psdm kembali agar psdm yang menyatukan dan mendekatkan kita lagi. Setelah itu kita diberi saran, agar yang ikut mengobrol ini, mengikuti setiap kegiatan yang diadakan oleh himpunan, agar psdm tau siapa yang harus ditangani. Kita disuruh membuat kegiatan untuk seluruh elemen TC. Dan akhirnya kita membuat IF-CUP. Kegiatan yang kita panitiai sendiri, dan kita dibantu oleh senior 2012 sebagai SC. Kegiatan ini kita gunakan juga sebagai wadah sosialisasi dengan senior. Tapi kita sedikit kecewa saat senior berkata kita itu kurang bersosialisasi, padahal setiap hari kita sudah bersosialisasi. Sepertinya senior yang lupa dengan kita yang sudah sosialisasi dengan mereka, karena saat kita sosialisasi lagi dan kita tanya ‘masih inget dengan saya mbak/mas?’ jawabnya enggak. Dan kita juga sedikit kecewa saat sosialisasi ke lab-lab untuk mengundang senior ke acara closing IF-CUP dan mereka jawabnya, ‘yaah, kamu nih gimana? Harusnya kamu bilang dari kemarin-kemarin, kita sibuk semua ini. Sudahlah, kita nggak mau dateng. Temenku yang lain juga nggak mau dateng.’ Padahal, kita juga sudah sosialisasi, dan membuat flyer juga. Sudah disebar ke sosmed juga. Kalau memang tidak bisa datang, ngomongnya biasa aja.
Kita diberi tugas untuk membuat video tutorial tentang algoritma dengan syarat harus 1 angkatan dan setiap orang harus ada di 2 video. Setiap hari kita kumpul angkatan kembali dan mengonsep tugas tersebut. Hari berikutnya kita mulai merekam. Dan akhirnya kita berhasil menyelesaikan tugas tersebut.
Beberapa hari kemudian, ada pengumuman di mading himpunan tentang kelulusan tahap format. Dan ada pertemuan dengan SC diparkiran mobil. Membahas tentang perasaan setelah mengetahui adanya pengumuman tersebut, tentu saja kaget karena ada teman kita yang tidak lulus. Dan kita memperjuangkan beberapa teman kita yang kita rasa masih pantas untuk lulus ke tahap ini. Mengapa kita mempertahankan hanya beberapa? Karena kita rasa teman-teman yang lain yang tidak kita pertahankan benar-benar tidak mau mengikuti tahap selanjutnya, kalau sudah tidak mau apa mau dipaksa? mungkin mereka memang mau fokus di study nya. Dan kita juga membahas tentang perwalian yang selanjutnya akan diserahkan ke PH HMTC. Dan wali PH saya adalah mbak aida, sekretaris departemen psdm.
Lalu, beberapa hari yang lalu ada info pertemuan dengan PH. Tapi saat datang, ternyata yang memimpin forum adalah IC. Membahas tentang kehadiran, alasan, kelulusan format, dan kelanjutan sosialisasi. Kita inginnya, sosialisasi 2 arah. Dari kita berkenalan, dan dari senior juga ada yang mengajak ngobrol. Tapi, dari hasil yang didapat, kita yang berkenalan dan kita memberikan bukti berupa foto. Setiap hari berupa 5 foto yang harus kita dapat. Lalu, aksi dari seniornya dimana, apa kita terus yang harus kenalan. Soalnya, kita kenalan lalu oleh seniornya dilupakan. Ada juga teman saya, yang sudah ngobrol lama dan saat seniornya diajak kenalan malah tidak mau, dan tidak memberi foto. Memberi tahu nama saja tidak mau, apalagi memberi foto.

Itulah sebagian kecil cerita tentang angkatanku. Ini masih kecil ya, cerita dibalik itu dan pengalaman lain masih banyak, tapi sampai sini aja ya, kalo inget-inget lagi perlu energi yang besar juga, hehehe. Kenangan yang tak terlupakan. Dari pengalaman diatas, kita jadi kenal dengan satu angkatan semuanya, kita tau kos teman-teman kita dimana, dan teamwork kita jadi terasa banget.
Terimakasih HMTC Bersahabat.

Posted in travel

Wonderful Indonesia : Menganti Beach, 2nd Bali

Pantai Menganti – Kebumen, Bali ke-2

Hallo teman, aku mau bagi pengalaman travelingku ke Pantai Menganti di Kebumen. Pantai Menganti ini seperti hidden paradise di Indonesia. Kita disuguhkan pemandangan yang amat indah. Ada yang bilang tempat ini seperti Bali ke-2 dan ada yang bilang juga seperti Bay of Islands di New Zealand.
Hello friends, I want to share my travel experience to Menganti Beach in Kebumen. Menganti Beach is like a hidden paradise in Indonesia. We are presented with a very beautiful view. Some say this place is like the 2nd Bali and some say it’s like the Bay of Islands in New Zealand.

Terlihat kan keindahan dari pantai Menganti ini. Pantai Menganti ini berada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Pesisir pantai berpasir putih dan ombak yang bisa kita gunakan untuk berselancar. Jujur aku baru tau pantai seperti ini ada di Indonesia. Memang pepatah “tanah kita tanah surga” itu benar adanya.
You can see the beauty of this Menganti beach. Menganti Beach is located in Karangduwur Village, Ayah Subdistrict, Kebumen Regency, Central Java, Indonesia. White sandy beaches and waves that we can use for surfing. Honestly, I just found out that beaches like this exist in Indonesia. Indeed, the saying “our land is the land of heaven” is true.

Tidak hanya pantai, di kawasan wisata ini pun bisa kita temui bukit, pesisir pantai berpasir putih, para pemuda berselancar, tebing, balon udara sampai ke penginapan dan fasilitasnya seperti toilet dan musholla. Fasilitas di wisata ini sudah termasuk lengkap walaupun dengan peralatan sederhana.
Not only beaches, in this tourist area we can also find hills, white sandy beaches, young people surfing, cliffs, hot air balloons, to inns and facilities such as toilets and prayer rooms. The facilities in this tour are complete even with simple equipment.

Dari pesisir pantai, kita bisa melihat banyak perahu nelayan yang berjajar rapi yang digunakan untuk mencari ikan maupun berkeliling untuk pengunjung, semua perahu berwarna senada biru jadi sangat menarik untuk dipandang, terdapat beberapa rumah makan yang menyediakan makanan laut termasuk ada juga lobster, lalu tak jauh dari pantai juga ada tempat pelelangan ikan, walaupun ada banyak hal disekeliling pantai, namun tempat wisata ini begitu rapi.
From the coast, we can see many fishing boats that are neatly lined up which are used to find fish and get around for visitors, all boats are in blue color so it is very interesting to look at, there are several restaurants that provide seafood including lobsters, then not far away. from the beach there is also a fish auction place, although there are many things around the beach, this tourist spot is so neat.

Jika kita berjalan disepanjang pantai, kita akan menemui musholla dan tebing Bidadari yang tak kalah menarik dari pantai ini, namun sayang aku tidak memfoto obyek tersebut. Ada juga beberapa warung cinderamata yang menjual macam-macam baju bertema tempat wisata ini. Dan ini yang penting, ada halte shuttle mobil pick up yang akan membawa kita ke atas bukit (gratis), bukit ini dimana aku memfoto foto pertama halaman ini. Bukit tersebut tidak boleh terlewatkan ya teman-teman. Inilah pemandangan dari atas bukit :
If we walk along the beach, we will find a prayer room and Bidadari cliffs which are no less interesting than this beach, but unfortunately I did not take pictures of these objects. There are also several souvenir stalls that sell various kinds of clothes themed on this tourist spot. And this is important, there is a pick-up shuttle car stop that will take us to the top of the hill (free), this hill is where I took the first photo of this page. This hill cannot be missed, friends. Here is the view from the top of the hill :

Kita bisa berjalan memutari bukit ini melewati jalan setapak yang telah dibuat dengan baik oleh pengelola, disekitar jalan setapak kita disuguhi pemandangan yang tak kalah luar biasa, diluar dari pantai, kita bisa melihat bebatuan pinggir pantai yang dapat kita gunakan untuk berfoto dan juga pengelola telah menyediakan titik-titik tertentu sebuah pos-pos kecil untuk beristirahat atau sekedar menikmati pemandangan di sepanjang jalan setapak.
We can walk around this hill through a path that has been well made by the manager, around the path we are treated to a view that is no less extraordinary, outside of the beach, we can see beachside rocks that we can use to take pictures and also the manager has provided certain points of a small outpost to rest or just enjoy the scenery along the path.

Aku berkesempatan untuk menginap disini. Pada waktu pagi, siang, sampai menjelang maghrib, angin laut disini berhembus kencang dan sejuk. Namun, memasuki maghrib atau jam 6 sore, angin mulai berhembus lebih kencang dan memasuki malam hari angin berhembus sangat kencang.
Jika ingin menginap disini, sudah ada penginapan yang bisa dipesan, fasilitasnya adalah kamar (ada yang 1 kamar / 2 kamar), kamar mandi, kasur, bantal, listrik, air bersih, kompor gas. Penginapan disini masih sederhana, terbuat dari kayu, namun begitu, ketika masuk didalam, sangat hangat walau sebesar apapun angin laut diluar berhembus. Namun, jika ingin berkemah juga bisa dilakukan disini. Waktu aku datang, banyak anak-anak maupun keluarga yang berkemah di bukit ini dengan membawa tenda sendiri.
I had the opportunity to stay here. In the morning, noon, until just before sunset, the sea breeze here blows hard and cool. However, entering maghrib or 6 o’clock in the afternoon, the wind begins to blow harder and into the night the wind blows very hard.
If you want to stay here, there are already accommodations that can be booked, the facilities are rooms (there are 1 room / 2 rooms), bathroom, mattress, pillows, electricity, clean water, gas stove. The accommodation here is still simple, made of wood, however, when you go inside, it is very warm, no matter how big the sea breeze outside. However, camping can also be done here. When I arrived, many young and families camped on this hill with their own tents.

Oke, seru banget bisa merasakan pemandangan di wisata pantai Menganti ini, sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Wisata di Indonesia tidak kalah menarik kok teman-teman, sungguh indah. Okay, it’s really exciting to be able to feel the scenery on this Menganti beach tour, really an unforgettable experience. Tourism in Indonesia is no less interesting, my friends, it’s really beautiful.

Keindahan alamnya sangat luar biasa. Masih tidak percaya ada tempat yang eksotis seperti ini di Indonesia. Harus banyak mengeksplore Indonesia nih. Wonderful Indonesia.
Its natural beauty is extraordinary. Still can’t believe there is such an exotic place in Indonesia. You have to explore Indonesia a lot. Wonderful Indonesia.

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini.
Thank you everyone for reading this article.

Posted in story

LEARN THAI WITH MY FAR AWAY FRIENDS

Belajar bahasa Thailand dengan Teman Virtual

Hallo teman, sebelumnya aku sudah bercerita gimana aku bisa bertemu teman-teman virtualku, sekarang aku akan cerita bagaimana aku belajar bahasa Thailand bersama mereka.

Hello friends, before I have told you how I can meet my virtual friends, now I will tell you how I learn Thai with them.

Aku sangat senang bisa berbincang bersama teman virtualku. Rasanya itu kita seperti punya saudara nan jauh disana dan entah kapan kita akan mengunjunginya.

I am very happy to be able to talk with my virtual friends. It feels like we have a distant relative there and who knows when we will visit him.

Banyak banget hal yang kita bahas, dari yang awalnya bahas belajar bahasa Thailand, sampai bahas cuaca dan film-film menarik dari masing-masing negara. Aku janji kalau aku suatu saat aku main ke Thailand, Philipina, Malaysia atau kalau bisa ke Canada, bakal mengunjungi mereka. Asik banget kan, aku bisa ceritain indahnya Indonesia ke mereka dan mereka juga menceritakan serunya negara mereka.

There are so many things that we discussed, from the initial discussion about learning Thai, to discussing weather and interesting films from each country. I promise that if someday I go to Thailand, Philippines, Malaysia or if possible to Canada, will visit them. It’s really cool, I can tell the beauty of Indonesia to them and they also tell the excitement of their country.

Aku sendiri awalnya membuat daftar konsonan dahulu. I myself first made a consonant list first.

Sebelum aku lebih dalam mempelajari bahasa Thailand, aku belajar cara membacanya dahulu. Seperti cara membaca angka. Before I learn more about Thai, I learn how to read it first. Like how to read numbers.

Setelah itu, kita semua mulai belajar dari berbagai hal, seperti dari Line sticker. Kita bisa belajar dari hal kecil ini loh. Seperti ini :
After that, we all start learning from various things, such as from the Line sticker. We can learn from this little thing. Like this :

Sticker diatas adalah sticker yang sering kali dikirimkan temanku yang dari Thailand. Karena aku penasaran, setiap dia mengirimkan stricker aku bertanya apa artinya.
The sticker above is a sticker that my friend from Thailand often sends. Because I was curious, every time she sent a stricker I asked what it meant.

Sebenarnya, stickernya berwarna, namun karena sumber sticker ini dari Line, aku membuatnya berwarna hitam putih. Dari sticker diatas, kita bisa pelajari :



แฟน (fae-n) :
pacar
girlfriend/
boyfriend



โอเก (o-ke) :
oke
okay



ไม่ (mai) :
tidak
no/not



ไป(pai) : go
สู้ (su) : fighting

Temanku sangat baik, dia selalu menjelaskan secara detail saat kita semua tidak memahami sesuatu. Dia juga memberikan kita materi yang mudah kita pelajari. Mulai dari angka, warna, buah, bulan, perkenalan, sampai ke lirik lagu.

My friend is very good, she always explains in detail when we all don’t understand something. She also gives us material that is easy for us to learn. Starting from numbers, colors, fruits, months, introductions, to song lyrics.

Aku tidak akan menampilkan materi yang dia berikan karena aku belum meminta izinnya, aku hanya menampilkan catatan yang aku buat dan pelajari.
I will not display the material she gave because I have not asked her permission, I only display the notes that I made and studied.


Posted in story

MY NEW FAR AWAY FRIENDS-1

Berkenalan dengan teman baru? kenapa enggak…

Hallo teman, kali ini aku mau bercerita tentang teman-teman virtualku. Teman virtualku ini berasal dari berbagai negara, Thailand, Philipina, Malaysia dan Canada. Walau tidak pernah bertemu, tapi kita seru sekali membahas berbagai hal. Gimana sih kita bisa kenalan?

Hello friends, this time I want to tell you about my virtual friends. My virtual friends is from various countries, Thailand, Philippines, Malaysia and Canada. Although we have never met, but we are very exciting to discuss various things. How we can get acquainted?

Pandemi Covid-19 membuat kita semua harus melakukan apapun dari rumah, termasuk belajar dan bekerja. Selama berbulan-bulan didalam rumah, aku mencoba mencari hal yang paling ingin ku kerjakan selama hidupku. Aku sangat tertarik dengan bahasa. Selama ini cara aku mempelajari bahasa adalah dengan belajar sendiri dulu dengan membaca dan mempelajari dari berbagai berita, musik, dan termasuk juga film atau drama lalu setelah itu, aku berencana untuk kursus. Aku sangat tertarik budaya negara Asia Tenggara, salah satunya adalah negara Thailand (karna berkaitan dengan bagaimana kita bisa berkenalan).

Covid-19 pandemic makes us all have to do anything from home, including studying and working. During the months in the house, I tried to find the thing that I wanted to do the most in my life. I’m very interested in language. During this time, the way I learn languages ​​is by studying by reading and learning from a variety of news, music, and also including movies or drama and then after that, I plan for a course. I am very interested in the culture of Southeast Asian countries, one of which is Thailand (because it relates to how we can get acquainted).

Suatu hari aku melihat salah satu channel youtube komunitas mahasiswa universitas Thailand yang dibawakan dengan bahasa Inggris. Episode yang aku lihat saat itu adalah wawancara dengan seorang alumni universitas tersebut yang sekarang berprofesi menjadi aktor. Aktor tersebut sangat fasih berbahasa Inggris, ternyata dia dari kecil sudah belajar bahasa Inggris dan pernah study exchange ke Amerika.

One day I saw one of the youtube channels of a Thai university student community that was presented in English. The episode that I saw at the time was an interview with an alumni of the university who now works as an actor. The actor is very fluent in English, it turns out he had been studying English from childhood and had a study exchange to America.

Sambil menonton, aku iseng membaca komentar di channel tersebut. Aku membaca salah satu komentar seseorang, dia bilang dia ingin belajar bahasa Thailand dan menanyakan darimana dia harus belajar. Komentar tersebut dijawab oleh 2 orang lainnya, memberitahu darimana mereka belajar bahasa Thailand. Karena aku tertarik tentang bahasa Thailand, akupun ikut membalas komentar tersebut dengan memberitahu tempat aku belajar bahasa Thailand secara online. Lalu, seseorang membalas lagi di kolom komentar tersebut, menanyakan bagaimana kalau kita membuat sebuah grup chat (Line) untuk belajar bahasa Thailand. Orang-orang yang sebelumnya berkomentar lalu muncul dan membalas setuju dan memberikan id line mereka. Karena beberapa orang bergabung, akupun tertarik dan aku juga memberikan id line ku.

While watching, I read the comments on the channel. I read one of someone’s comments, she said she wanted to learn Thai and asked her where she should learn. The comment was answered by 2 other people, telling them where they learned Thai. Because I’m interested in Thai, I also reply to these comments by letting me know where I learn Thai online. Then, someone replies again in the comment column, asking how if we create a chat group (Line) to learn Thai. People who previously commented then appeared and replied in agreement and gave their id line. Because some people joined, I was interested and I also gave my id line.

Jadilah disitu sebuah grup chat di Line yang ternyata mereka berasal dari berbagai negara, 2 orang dari Philipina, 1 orang dari Malaysia, dan aku dari Indonesia. Awalnya grup ini masih berisi 4 orang saja. Kita saling berkenalan dan melanjutkan obrolan kita mengenai belajar bahasa Thailand. Ternyata seru banget ya bahas hal yang sama-sama kita suka dengan orang lain. Kita juga bisa melihat dari sudut pandang lain. Tapi, tiba-tiba salah seorang temanku yang berasal dari Philipina meminta izin memasukkan seseorang, yang satu dari Canada dan yang satu lagi katanya dia orang Thailand yang membaca komentar kita di channel tersebut dan bersedia mengajari kita bahasa Thailand. Waah.. seneng bangeet… kita semua setuju….

So there was a chat group on the Line which turned out to be from various countries, 2 from the Philippines, 1 from Malaysia, and I from Indonesia. Initially this group still contains 4 people. We got to know each other and continued our conversation about learning Thai. It turned out to be really exciting, discussing the things we both like with others. We can also see from another perspective. But, suddenly one of my friends from the Philippines asked permission to enter someone, one from Canada and the other one said she was a Thai person who read our comments on the channel and was willing to teach us Thai. Wow, I’m so happy … we all agree …

Banyak banget hal yang kita bahas, dari yang awalnya bahas belajar bahasa Thailand, sampai bahas cuaca dan film-film menarik dari masing-masing negara. Aku janji kalau aku suatu saat aku main ke Thailand, Philipina, Malaysia atau kalau bisa ke Canada, bakal mengunjungi mereka. Asik banget kan, aku bisa ceritain indahnya Indonesia ke mereka dan mereka juga menceritakan serunya negara mereka.

There are so many things that we discussed, from the initial discussion about learning Thai, to discussing weather and interesting films from each country. I promise that if someday I go to Thailand, Philippines, Malaysia or if possible to Canada, will visit them. It’s really cool, I can tell the beauty of Indonesia to them and they also tell the excitement of their country.

Setelah itu, kita semua mulai belajar dari berbagai hal, seperti dari Line sticker. Kita bisa belajar dari hal kecil ini loh. Seperti ini :

After that, we all start learning from various things, such as from the Line sticker. We can learn from this little thing. Like this :

Sticker diatas adalah sticker yang sering kali dikirimkan temanku yang dari Thailand. Karena aku penasaran, setiap dia mengirimkan stricker aku bertanya apa artinya.

The sticker above is a sticker that my friend from Thailand often sends. Because I was curious, every time she sent a stricker I asked what it meant.


Posted in travel

Explore Pulau Sepa

2D1N Camp to Sepa Island – Seribu Islands

Hallo teman, kali ini aku mau bagi pengalamanku camping di Pulau Sepa Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu memiliki banyak pulau pulau indah salah satunya adalah Pulau Sepa. Kalau teman-teman ingin berlibur tapi nggak jauh-jauh dari Jakarta, destinasi ini bisa banget jadi pilihan. Pulau Sepa ini destinasi yang pas untuk teman-teman yang ingin ‘menjauh’ dari hiruk pikuk Ibukota Jakarta dan ingin menikmati suasana alam yang asri dan jauh dari kemacetan.

Di Pulau Sepa ini terdapat resort yang dikelola secara khusus untuk pegunjung yang ingin menikmatinya. Namun kali ini aku tidak menginap di resort tersebut, aku bergeser sedikit ke belakang resort tersebut, yaitu di lahan kosongnya dengan menggunakan tenda.

Kita ber – 6 berangkat pada hari Sabtu pagi dengan naik speedboat dari Dermaga Marina Ancol. Perjalanan ke Pulau Sepa ini diawali dari Dermaga Marina menuju Pulau Harapan dan berganti menggunakan perahu kecil menuju Pulau Sepa.

Sebelumnya kita sudah menyewa perahu kecil untuk antar jemput dari Pulau Harapan ke Pulau Sepa serta membeli nasi dan ikan di bapak yang punya perahu untuk dibakar ditempat camping saat malam hari.

Pulau Perak

Setelah kita berganti dengan perahu kecil, kita berangkat menuju Pulau Sepa, tapi di perjalanan kita mampir di Pulau Perak yang tak kalah indahnya dengan Pulau Sepa. Disini kita bermain air dan berjalan-jalan dipinggir pantai. Ada 2 sampai 3 warung yang menjual jajanan dan gorengan juga, jadi jangan khawatir kalau lapar ya.

Pantai di Pulau Perak ini indah banget, nyaman, sejuk, beda banget dengan cuaca di Jakarta. Waktu kesini kita masih tidak banyak pengunjung karna masih pagi, jadi berasa pantai pribadi.

Bisa dilihat sendiri kan warna air lautnya. Percaya deh, pulau ini nggak kalah indahnya dari pulau-pulau lain yang ada di Indonesia.

Pulau Sepa

Setelah puas menikmati indahnya Pulau Perak, lalu kita ke tujuan utama, Pulau Sepa. Saat kita datang, sudah disambut dermaga kecil untuk kita menginjakkan kaki di Pulau Sepa. Tak jauh dari dermaga ini, resort Pulau Sepa berada, tapi kita bukan mau menginap disana.

Di Pulau Sepa ini terdapat 1 warung yang menjual jajanan dan gorengan. Saat kita datang, belum ada pengunjung lain, jadi kita bebas memilih spot tenda kita. Beberapa saat kemudian barulah datang pengunjung lain yang akan camping juga di pulau ini.

Kita langsung mempersiapkan tenda dan menata barang-barang kita. Lalu cus deh kita bersantai menikmati indahnya Pulau Sepa ini.

Asli disini enak banget, suara deburan ombaknya, bikin hati ademm, cess..
Air lautnya jernih banget, cocok buat yang suka snorkeling dan menikmati pemandangan bawah laut. Tapi perlu diketahui, waktu aku coba snorkeling jam 2/3 sore, ombaknya gede, jadi yang belom berpengalaman disarankan snorkelingnya pagi atau siang hari aja, pas ombaknya lebih tenang.

Oh iya disini ada satu menurutku yang masih kurang, yaitu fasilitas untuk kamar mandinya nggak ada (karna memang ini pulau kosong yang harusnya buat resort utama ya). Sebenarnya bukan nggak ada, tapi di ada-adain. Disisi dalam pulau (nggak terlalu jauh kok dari pinggir pantai) ada sumur kecil (bukan sumur juga sih, tp kaya digali untuk sumber air bersih), nah disitu dibuat sebuah “tempat mandi/bilas”. Aku sebut tempat karena bukan sebuah ruangan. Tempat itu dibuat dengan sebuah terpal menutup sekeliling yang cukup untuk 1-2 orang saja dan tingginya pun se pundak wanita, jadi yang mau mandi, harus jongkok ya kalau nggak mau dilihat. Dan sumber airnya pun harus “menimba” dari sumur kecil tadi. Jadi, kalau sendirian, agak struggle ya, mending kalau mau mandi atau buang air kecil ngajak temen. Dan, yang paling penting, karna cuma ada 1, harus gantian dan antre ya.

Menikmati sunrise di Pulau Sepa sangat menyenangkan, sayang kita nggak dapat sunrise, karna tertutup awan. Kita menghabiskan pagi hari di dermaga kecil, menikmati lantunan musik dan deburan ombak.

Akhirnya trip singkat ke Pulau Sepa untuk menghilangkan penat Ibukota terlaksana. Itu aja cerita kali ini. Terima kasih sudah membaca ya. Pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu juga tidak kalah menariknya, tidak ada salahnya mencoba berlibur di pulau dekat ini.


Tonton keseruannya disini : https://youtu.be/fVdl9ifP1ZQ

Posted in travel

Explore Derawan Island

4D3N Trip to Derawan Island

Hallo teman, kali ini aku mau bagi pengalaman travelingku ke Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.

Sebelumnya aku nggak berencana traveling ke Kepulauan Derawan. Aku berencana traveling ke Pulau Pahawang, yang dekat dari Jakarta. Nah, suatu saat, aku sama temanku yang akan traveling sama aku cari-cari destinasi yang oke buat kita traveling. Dari instagram, temanku dapat info tentang Opentrip ke Pulau Derawan, dan trip yang ditawarkan sepertinya seru serta ada promo bagi pengguna kartu debit BNI ada potongan 500 ribu, lumayan kan. Ini dia promonya dari instagramnya Piknik Nusantara dan ini websitenya http://www.pikniknusantara.co.id di website informasinya sudah lengkap sampai dengan itinary yang akan kita lakukan jika ikut trip.

Opentrip ini menawarkan 12 destinasi selama 4 hari 3 malam dan ada promo dari BNI. Kita ambil trip tanggal 22-25 Desember 2018. Tapi waktu kami daftar masih sekitar bulan November, dan harga yang tertera disana berlaku untuk minimal peserta trip 17 orang. Was-was juga sih sebenernya, kita udah bayar tapi kalau kuota tidak terpenuhi, maka trip batal (tenang, tapi uang bakal kembali 100%).(Setelah kita daftar dan bayar trip, kita diinvite di group chat WhatsApp oleh tim Piknik Nusantara, disana kita bisa berdiskusi dengan tim Pinus (Piknik Nusantara) dan teman trip yang ikut di trip itu. Sampai suatu saat, kuota trip sudah terpenuhi dan akhirnya kita bisa berangkat traveling ke Pulau Derawan.

Hari Keberangkatan / Day 1

Aku dan temanku berangkat dari Jakarta hari Jumat malam tanggal 21 Desember 2018 sekitar jam 03.00 pagi dengan tujuan Tarakan. Teman trip berangkat sendiri-sendiri dengan syarat penjemputan di bandara Tarakan oleh tim Piknik Nusantara adalah tanggal 22 Desember 2018 pukul 08.30 pagi. Setelah sampai di bandara Tarakan, sudah ada beberapa teman trip yang datang dan kita mulai berkumpul dan berkenalan satu sama lain. Setelah itu kita menuju tempat makan untuk menunggu sebagian teman trip yang jadwal pesawatnya agak siang.

Setelah semua teman trip datang, kita melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Tengkayu untuk menuju Pulau Derawan. Perjalanan dari pelabuhan Tengkayu menuju Pulau Derawan cukup memakan waktu yaitu sekitar 3 – 4 jam. Jadi persiapkan diri kalian.

Setelah penantian panjang dan merasakan kepegalan duduk di bangku kapal speedboat, akhirnya kita sampai di watervilla Pulau Derawan. Watervilla yang disiapkan cukup nyaman dengan fasilitas kamar mandi dalam dan AC.

Warna air dibawah villanya sangat jernih, warna airnya adalah hijau laut yang langsung terlihat dasar lautnya. Kita dipersilakan untuk menaruh barang-barang kedalam kamar dan istirahat selama beberapa saat dan berkumpul lagi jam 15.00 untuk menuju Pulau terdekat, yaitu Pulau Gusung.

Pulau Gusung

Pulau Gusung letaknya cukup dekat dengan watervilla kita, jadi waktu tempuh dengan speedboat hanya sebentar. Pulau Gusung bagus banget Masya Allah, dari foto diatas, warna airnya jauh lebih jernih (maap yak, foto pakai hp seadanya) dan angin sepoi-sepoi serta suara ombaknya bikin capek kita dari perjalanan 3 jam tadi langsung hilang. Oh iya, di Pulau Gusung ada warung yang jualan Gorengan, pop mie dan minuman sepeti es teh dan es kelapa muda, jadi bawa uang ya kalau mau jajan.

Setelah dari Pulau Gusung, kita dipersilakan istirahat kembali dan bertemu kembali untuk makan malam bersama. Kita semua berkenalan dan saling bercanda walaupun baru satu hari bertemu.


Day 2

Whaleshark Point

Setelah sholat shubuh kita berangkat menuju whaleshark point. Saat kita berangkat, langit masih gelap. Perjalanan menuju whaleshark point ini akan berasa, karena kita harus berangkat saat gelap dan harus menunggu di whaleshark point saat matahari terbit. Tiba di whaleshark point, sudah banyak kapal lain dengan traveler seperti kita menunggu disana dan dilanjutkan oleh kapal-kapal lain berdatangan. Semua kapal berhenti dan menunggu. Di tempat ini, kapal kapal berhenti didepan sebuah (seperti) dermaga di tengah laut. Sebenarnya ini tempat nelayan memberi makan whaleshark (hiu paus) dengan ikan-ikan kecil. Sebenarnya ini seperti sebuah atraksi, dimana kita membayar untuk melihat dan berinteraksi dengan whaleshark. Kapal-kapal yang datang untuk melihat diharuskan membayar kepada nelayan, dan uang itu digunakan untuk ditukar dengan ikan-ikan kecil yang disebar untuk makanan whaleshark, yang nantinya whaleshark akan muncul ke permukaan untuk makan. Disaat itulah kita bisa melihat whaleshark dari dekat. Kita diperbolehkan berenang untuk melihat lebih dekat dengan whaleshark, menyentuh juga boleh tetapi selain ekornya. Tapi untuk berenang harus diingat, tidak boleh pakai bahan kimia seperti sunscreen, serta diharuskan memakai kacamata diving dan life jacket/pelampung (untuk yang belum bisa berenang), karna ini di laut lepas. Perlu diperhatikan juga airnya dingin.

Seru sekaligus deg-deg an bisa melihat dan berenang langsung dengan whaleshark. Dari whaleshark point ini kita melanjutkan perjalanan. Tujuan kita hari ini adalah Labuan Cermin yang terkenal dengan airnya yang jernih, namun selama perjalanan kita akan mampir di pulau-pulau yang kita lewati.

Pulau Manimbora

Pulau Manimbora sering disebut dengan Pulau Spongebob, dikarenakan dari kejauhan terlihat beberapa pohon kelapa menjulang seperti yang ada di pembukaan kartun Spongebob. Pulau Manimbora ini adalah pulau tak berpenghuni dengan keindahannya yang luar biasa. Jernihnya air laut, sekumpulan pohon kelapa, serta putihnya pasir menambah ke eksotisan pulau ini.

Setelah puas menikmati keindahan pulau Manimbora, kita melanjutkan perjalanan menuju Labuan Cermin, dimana destinasi hari ini adalah destinasi terjauh dari villa kita berada. Sengaja dijadwalkan di hari ke dua karena agar di hari ke tiga kita bisa ke pulau-pulau yang dekat dengan villa kita.

Labuan Cermin

Labuan cermin terkenal dengan danaunya yang jernih. Tempat wisata alam ini dikelola oleh masyarakat sekitar bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Labuan Cermin yang menaunginya. Kita diharuskan menaiki perahu milik masyarakat sekitar yang sudah tersedia di dermaga disana saat akan menuju ke danau Labuan Cermin.

Apa yang ada di danau Labuan Cermin? saking jernihnya, kita bisa melihat dasar danau, ranting, dan tanah dari permukaan air. Kita juga bisa menyelam ke dasar danau untuk berfoto atau menikmati jernihnya danau Labuan Cermin. Untuk alat-alat snorkel, kita sudah disediakan dari trip ini dan selalu disediakan di perahu kita. Semua biaya sewa alat dan perahu sudah termasuk kedalam trip ini, kita tinggal duduk menikmatinya.

Meski perjalanan cukup jauh, rasa lelah langsung terobati begitu melihat keindahan alam yang ada di Labuan Cermin.

Pulau Sangalaki

Setelah bersenang-senang di Labuan Cermin, kita kembali ke villa untuk mengakhiri hari ke dua ini. Tapi sebelum sampai di villa, kita mampir dulu di Pulau Sangalaki. Pulau Sangalaki juga memiliki resort untuk wisatawan. Pemandangannya juga tak kalah dengan pulau-pulau sebelumnya. Garis pantai Pulau Sangalaki juga begitu landai, sangat nyaman untuk bermain air ataupun berenang. Ternyata di Pulau Sangalaki ini terdapat penangkaran penyu. Setelah aku telusuri di google, hehe, Selain keindahan pulaunya, Pulau Sangalaki ini merupakan tempat bertelur utama bagi penyu hijau di kawasan sekitar Kepulauan Derawan dan Asia Tenggara. wow…


Day 3

Pulau Kakaban

Memulai hari ke tiga tidak sepagi kemarin. Kita berangkat pukul 7 pagi ke Pulau Kakaban, lebih tepatnya ke Danau Kakaban. Ada apakah di Danau Kakaban ? Stingless Jellyfish. Di dunia, tempat seperti ini hanya ada 2, di Danau Ubur-ubur Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik dan di Pulau Kakaban. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya di Indonesia.
Danau Kakaban ini merupakan habitatnya ubur-ubur mini yang tidak menyengat dalam jumlah ribuan. Setiap wisatawan yang datang, akan disambut baik oleh penjaga Pulau Kakaban. Pulau ini memang sangat spesial. Kita bisa berenang bareng ubur-ubur. Ubur-ubur tidak menyengat, bahkan geli bila disentuh. Tidak ada alasan untuk tidak menceburkan diri di Danau Kakaban.

Eits, namun harus diketahui, kita dilarang menggunakan lotion ataupun sunscreen kalau kita ingin berenang di Danau Kakaban, dikarenakan akan berbahaya bagi ubur-ubur. Untuk menuju danau, kita harus melewati banyak anak tangga dari gerbang masuk. Jika sudah terlanjur memakai sunscreen, kita diharuskan membilas dulu badan kita.

Maaf aku tidak punya kamera yang memadai untuk memoto ubur-ubur didalam air. Kita boleh memegang ubur-ubur, tapi harus diperhatikan, harus perlahan, tidak boleh di tekan dan tidak boleh diangkat ke atas air. Kita juga tidak boleh pakai finn/kaki katak, karena bisa melukai ubur-ubur.

Jika ingin ke Danau Kakaban, waktu paling enak adalah di pagi hari, karena danau masih sepi dan serasa milik kita sendiri.

Pulau Maratua

Tujuan utama kita hari ini adalah Pulau Maratua. Pulau Maratua sering dijuluki Maldivesnya Indonesia. Tidak heran sih, daya tarik Pulau Maratua ini adalah laut. Di sini, kita dapat berenang atau menyelam dan melihat berbagai jenis ikan. Saat permukaan air dangkal, penyu pun sering menampakkan diri. Sayang, waktu kita kesini, airnya sedang dangkal, sehingga pinggir bawah resort yang biasanya tertutup air laut, kini terlihat pasir putinya saja. Namun, pemandangan lautnya tetap bisa kita nikmati.

Kita bisa menikmati laut di restaurant resort ini. Ada watervilla dan ada villa di pinggir pantai di belakang restaurant dan watervilla ini.

Penampakan villa daratnya…

Inilah Pulau Maratua dan keindahannya.

Kehe Daing

Setelah bersanta-santai di Pulau Maratua, kita menuju ke sebuah laguna di balik Danau Kakaban, yaitu Kehe Daing. Laguna yang belum banyak dikunjungi traveler di Kepulauan Derawan dengan air yang hijau toska. Saat tiba di lokasi dan menuruni boat, kita harus memakai alas kaki, karena yang kita injak bukanlah pasir pantai melainkan pecahan bebatuan karang. Cukup tajam.

Pantainya sendiri ada dibalik tebing. Ada dua cara untuk menuju Kehe Daing, pertama naik tangga kayu atau melalui terowongan. Untuk lewat terowongan hanya bisa dilalui saat air surut.

Goa Haji Mangku

Lanjut lagi, sebelum kita balik ke villa, kita mampir ke Goa Haju Mangku. Lokasi goa ini berada di tengah-tengah hutan yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun. Dimulai dengan trekking ringan, kita harus hati-hati dalam memilih pijakan karena jalurnya yang berkarang tajam. Lalu kita akan disambut oleh bibir gua yang membentuk seperti kolam alami memanjang dengan airnya yang jernih berwarna kebiru-biruan.

Bagi yang berani, bisa langsung loncat untuk menikmati goa ini. Tapi saya lihat dari atas saja ya, hehe.

Diperjalanan pulang ke villa, tidak disangka-sangka, kita kedatangan tamu istimewa, yaitu lumba-lumba dan manta (ikan pari). Sebelumnya kita sudah diberi tahu mungkin tidak bisa melihat manta dan lumba-lumba karena waktu atau cuaca kurang tepat (maaf lupa), namun tidak disangka mereka datang sendiri ke kita berenang beriringan dengan speedboat kita. Maaf tidak bisa mendapatkan foto lumba-lumba, hanya video dengan kapasitas seadanya.


Day 4 / Pulang

Saat kembali ke daratan, kita dibawa ke pusat oleh-oleh di Tarakan dan mampir ke Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan, yah sekalian pamitan.

Oke, itu dia pengalamanku trip 4D3N ke Pulau Derawan. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Masih tidak percaya ada tempat yang eksotis seperti ini di Indonesia. Harus banyak mengeksplore Indonesia nih.

Untuk opentrip, ini sangat menyenangkan, guidenya sangat ramah dan sangat mengerti. Entah kebetulan atau apa, teman trip sangat menyenangkan semua. Dari yang sudah tua (ada yang trip sekeluarga) sampai ke yang muda. Ada yang trip solo dan ada yang berkelompok (>1). Semua membaur. Kita semua bercanda, berbagi cerita dan pengalaman, sampai-sampai grup whatsappnya belum di bubarkan sampai sekarang. Kita juga pernah meetup di Jakarta. Opentrip seperti ini membuat kita memiliki banyak teman baru dan kita juga mengirit ongkos.

Tapi jika prefer trip sendiri tanpa jasa juga tidak masalah, mungkin karena lebih bebas mengatur waktu dan budget. Pilihan masing-masing pribadi.

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini.