travel

Explore Derawan Island

4D3N Trip to Derawan Island

Hallo teman, kali ini aku mau bagi pengalaman travelingku ke Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.

Sebelumnya aku nggak berencana traveling ke Kepulauan Derawan. Aku berencana traveling ke Pulau Pahawang, yang dekat dari Jakarta. Nah, suatu saat, aku sama temanku yang akan traveling sama aku cari-cari destinasi yang oke buat kita traveling. Dari instagram, temanku dapat info tentang Opentrip ke Pulau Derawan, dan trip yang ditawarkan sepertinya seru serta ada promo bagi pengguna kartu debit BNI ada potongan 500 ribu, lumayan kan. Ini dia promonya dari instagramnya Piknik Nusantara dan ini websitenya http://www.pikniknusantara.co.id di website informasinya sudah lengkap sampai dengan itinary yang akan kita lakukan jika ikut trip.

Opentrip ini menawarkan 12 destinasi selama 4 hari 3 malam dan ada promo dari BNI. Kita ambil trip tanggal 22-25 Desember 2018. Tapi waktu kami daftar masih sekitar bulan November, dan harga yang tertera disana berlaku untuk minimal peserta trip 17 orang. Was-was juga sih sebenernya, kita udah bayar tapi kalau kuota tidak terpenuhi, maka trip batal (tenang, tapi uang bakal kembali 100%).(Setelah kita daftar dan bayar trip, kita diinvite di group chat WhatsApp oleh tim Piknik Nusantara, disana kita bisa berdiskusi dengan tim Pinus (Piknik Nusantara) dan teman trip yang ikut di trip itu. Sampai suatu saat, kuota trip sudah terpenuhi dan akhirnya kita bisa berangkat traveling ke Pulau Derawan.

Hari Keberangkatan / Day 1

Aku dan temanku berangkat dari Jakarta hari Jumat malam tanggal 21 Desember 2018 sekitar jam 03.00 pagi dengan tujuan Tarakan. Teman trip berangkat sendiri-sendiri dengan syarat penjemputan di bandara Tarakan oleh tim Piknik Nusantara adalah tanggal 22 Desember 2018 pukul 08.30 pagi. Setelah sampai di bandara Tarakan, sudah ada beberapa teman trip yang datang dan kita mulai berkumpul dan berkenalan satu sama lain. Setelah itu kita menuju tempat makan untuk menunggu sebagian teman trip yang jadwal pesawatnya agak siang.

Setelah semua teman trip datang, kita melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Tengkayu untuk menuju Pulau Derawan. Perjalanan dari pelabuhan Tengkayu menuju Pulau Derawan cukup memakan waktu yaitu sekitar 3 – 4 jam. Jadi persiapkan diri kalian.

Setelah penantian panjang dan merasakan kepegalan duduk di bangku kapal speedboat, akhirnya kita sampai di watervilla Pulau Derawan. Watervilla yang disiapkan cukup nyaman dengan fasilitas kamar mandi dalam dan AC.

Warna air dibawah villanya sangat jernih, warna airnya adalah hijau laut yang langsung terlihat dasar lautnya. Kita dipersilakan untuk menaruh barang-barang kedalam kamar dan istirahat selama beberapa saat dan berkumpul lagi jam 15.00 untuk menuju Pulau terdekat, yaitu Pulau Gusung.

Pulau Gusung

Pulau Gusung letaknya cukup dekat dengan watervilla kita, jadi waktu tempuh dengan speedboat hanya sebentar. Pulau Gusung bagus banget Masya Allah, dari foto diatas, warna airnya jauh lebih jernih (maap yak, foto pakai hp seadanya) dan angin sepoi-sepoi serta suara ombaknya bikin capek kita dari perjalanan 3 jam tadi langsung hilang. Oh iya, di Pulau Gusung ada warung yang jualan Gorengan, pop mie dan minuman sepeti es teh dan es kelapa muda, jadi bawa uang ya kalau mau jajan.

Setelah dari Pulau Gusung, kita dipersilakan istirahat kembali dan bertemu kembali untuk makan malam bersama. Kita semua berkenalan dan saling bercanda walaupun baru satu hari bertemu.


Day 2

Whaleshark Point

Setelah sholat shubuh kita berangkat menuju whaleshark point. Saat kita berangkat, langit masih gelap. Perjalanan menuju whaleshark point ini akan berasa, karena kita harus berangkat saat gelap dan harus menunggu di whaleshark point saat matahari terbit. Tiba di whaleshark point, sudah banyak kapal lain dengan traveler seperti kita menunggu disana dan dilanjutkan oleh kapal-kapal lain berdatangan. Semua kapal berhenti dan menunggu. Di tempat ini, kapal kapal berhenti didepan sebuah (seperti) dermaga di tengah laut. Sebenarnya ini tempat nelayan memberi makan whaleshark (hiu paus) dengan ikan-ikan kecil. Sebenarnya ini seperti sebuah atraksi, dimana kita membayar untuk melihat dan berinteraksi dengan whaleshark. Kapal-kapal yang datang untuk melihat diharuskan membayar kepada nelayan, dan uang itu digunakan untuk ditukar dengan ikan-ikan kecil yang disebar untuk makanan whaleshark, yang nantinya whaleshark akan muncul ke permukaan untuk makan. Disaat itulah kita bisa melihat whaleshark dari dekat. Kita diperbolehkan berenang untuk melihat lebih dekat dengan whaleshark, menyentuh juga boleh tetapi selain ekornya. Tapi untuk berenang harus diingat, tidak boleh pakai bahan kimia seperti sunscreen, serta diharuskan memakai kacamata diving dan life jacket/pelampung (untuk yang belum bisa berenang), karna ini di laut lepas. Perlu diperhatikan juga airnya dingin.

Seru sekaligus deg-deg an bisa melihat dan berenang langsung dengan whaleshark. Dari whaleshark point ini kita melanjutkan perjalanan. Tujuan kita hari ini adalah Labuan Cermin yang terkenal dengan airnya yang jernih, namun selama perjalanan kita akan mampir di pulau-pulau yang kita lewati.

Pulau Manimbora

Pulau Manimbora sering disebut dengan Pulau Spongebob, dikarenakan dari kejauhan terlihat beberapa pohon kelapa menjulang seperti yang ada di pembukaan kartun Spongebob. Pulau Manimbora ini adalah pulau tak berpenghuni dengan keindahannya yang luar biasa. Jernihnya air laut, sekumpulan pohon kelapa, serta putihnya pasir menambah ke eksotisan pulau ini.

Setelah puas menikmati keindahan pulau Manimbora, kita melanjutkan perjalanan menuju Labuan Cermin, dimana destinasi hari ini adalah destinasi terjauh dari villa kita berada. Sengaja dijadwalkan di hari ke dua karena agar di hari ke tiga kita bisa ke pulau-pulau yang dekat dengan villa kita.

Labuan Cermin

Labuan cermin terkenal dengan danaunya yang jernih. Tempat wisata alam ini dikelola oleh masyarakat sekitar bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Labuan Cermin yang menaunginya. Kita diharuskan menaiki perahu milik masyarakat sekitar yang sudah tersedia di dermaga disana saat akan menuju ke danau Labuan Cermin.

Apa yang ada di danau Labuan Cermin? saking jernihnya, kita bisa melihat dasar danau, ranting, dan tanah dari permukaan air. Kita juga bisa menyelam ke dasar danau untuk berfoto atau menikmati jernihnya danau Labuan Cermin. Untuk alat-alat snorkel, kita sudah disediakan dari trip ini dan selalu disediakan di perahu kita. Semua biaya sewa alat dan perahu sudah termasuk kedalam trip ini, kita tinggal duduk menikmatinya.

Meski perjalanan cukup jauh, rasa lelah langsung terobati begitu melihat keindahan alam yang ada di Labuan Cermin.

Pulau Sangalaki

Setelah bersenang-senang di Labuan Cermin, kita kembali ke villa untuk mengakhiri hari ke dua ini. Tapi sebelum sampai di villa, kita mampir dulu di Pulau Sangalaki. Pulau Sangalaki juga memiliki resort untuk wisatawan. Pemandangannya juga tak kalah dengan pulau-pulau sebelumnya. Garis pantai Pulau Sangalaki juga begitu landai, sangat nyaman untuk bermain air ataupun berenang. Ternyata di Pulau Sangalaki ini terdapat penangkaran penyu. Setelah aku telusuri di google, hehe, Selain keindahan pulaunya, Pulau Sangalaki ini merupakan tempat bertelur utama bagi penyu hijau di kawasan sekitar Kepulauan Derawan dan Asia Tenggara. wow…


Day 3

Pulau Kakaban

Memulai hari ke tiga tidak sepagi kemarin. Kita berangkat pukul 7 pagi ke Pulau Kakaban, lebih tepatnya ke Danau Kakaban. Ada apakah di Danau Kakaban ? Stingless Jellyfish. Di dunia, tempat seperti ini hanya ada 2, di Danau Ubur-ubur Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik dan di Pulau Kakaban. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya di Indonesia.
Danau Kakaban ini merupakan habitatnya ubur-ubur mini yang tidak menyengat dalam jumlah ribuan. Setiap wisatawan yang datang, akan disambut baik oleh penjaga Pulau Kakaban. Pulau ini memang sangat spesial. Kita bisa berenang bareng ubur-ubur. Ubur-ubur tidak menyengat, bahkan geli bila disentuh. Tidak ada alasan untuk tidak menceburkan diri di Danau Kakaban.

Eits, namun harus diketahui, kita dilarang menggunakan lotion ataupun sunscreen kalau kita ingin berenang di Danau Kakaban, dikarenakan akan berbahaya bagi ubur-ubur. Untuk menuju danau, kita harus melewati banyak anak tangga dari gerbang masuk. Jika sudah terlanjur memakai sunscreen, kita diharuskan membilas dulu badan kita.

Maaf aku tidak punya kamera yang memadai untuk memoto ubur-ubur didalam air. Kita boleh memegang ubur-ubur, tapi harus diperhatikan, harus perlahan, tidak boleh di tekan dan tidak boleh diangkat ke atas air. Kita juga tidak boleh pakai finn/kaki katak, karena bisa melukai ubur-ubur.

Jika ingin ke Danau Kakaban, waktu paling enak adalah di pagi hari, karena danau masih sepi dan serasa milik kita sendiri.

Pulau Maratua

Tujuan utama kita hari ini adalah Pulau Maratua. Pulau Maratua sering dijuluki Maldivesnya Indonesia. Tidak heran sih, daya tarik Pulau Maratua ini adalah laut. Di sini, kita dapat berenang atau menyelam dan melihat berbagai jenis ikan. Saat permukaan air dangkal, penyu pun sering menampakkan diri. Sayang, waktu kita kesini, airnya sedang dangkal, sehingga pinggir bawah resort yang biasanya tertutup air laut, kini terlihat pasir putinya saja. Namun, pemandangan lautnya tetap bisa kita nikmati.

Kita bisa menikmati laut di restaurant resort ini. Ada watervilla dan ada villa di pinggir pantai di belakang restaurant dan watervilla ini.

Penampakan villa daratnya…

Inilah Pulau Maratua dan keindahannya.

Kehe Daing

Setelah bersanta-santai di Pulau Maratua, kita menuju ke sebuah laguna di balik Danau Kakaban, yaitu Kehe Daing. Laguna yang belum banyak dikunjungi traveler di Kepulauan Derawan dengan air yang hijau toska. Saat tiba di lokasi dan menuruni boat, kita harus memakai alas kaki, karena yang kita injak bukanlah pasir pantai melainkan pecahan bebatuan karang. Cukup tajam.

Pantainya sendiri ada dibalik tebing. Ada dua cara untuk menuju Kehe Daing, pertama naik tangga kayu atau melalui terowongan. Untuk lewat terowongan hanya bisa dilalui saat air surut.

Goa Haji Mangku

Lanjut lagi, sebelum kita balik ke villa, kita mampir ke Goa Haju Mangku. Lokasi goa ini berada di tengah-tengah hutan yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun. Dimulai dengan trekking ringan, kita harus hati-hati dalam memilih pijakan karena jalurnya yang berkarang tajam. Lalu kita akan disambut oleh bibir gua yang membentuk seperti kolam alami memanjang dengan airnya yang jernih berwarna kebiru-biruan.

Bagi yang berani, bisa langsung loncat untuk menikmati goa ini. Tapi saya lihat dari atas saja ya, hehe.

Diperjalanan pulang ke villa, tidak disangka-sangka, kita kedatangan tamu istimewa, yaitu lumba-lumba dan manta (ikan pari). Sebelumnya kita sudah diberi tahu mungkin tidak bisa melihat manta dan lumba-lumba karena waktu atau cuaca kurang tepat (maaf lupa), namun tidak disangka mereka datang sendiri ke kita berenang beriringan dengan speedboat kita. Maaf tidak bisa mendapatkan foto lumba-lumba, hanya video dengan kapasitas seadanya.


Day 4 / Pulang

Saat kembali ke daratan, kita dibawa ke pusat oleh-oleh di Tarakan dan mampir ke Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan, yah sekalian pamitan.

Oke, itu dia pengalamanku trip 4D3N ke Pulau Derawan. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Masih tidak percaya ada tempat yang eksotis seperti ini di Indonesia. Harus banyak mengeksplore Indonesia nih.

Untuk opentrip, ini sangat menyenangkan, guidenya sangat ramah dan sangat mengerti. Entah kebetulan atau apa, teman trip sangat menyenangkan semua. Dari yang sudah tua (ada yang trip sekeluarga) sampai ke yang muda. Ada yang trip solo dan ada yang berkelompok (>1). Semua membaur. Kita semua bercanda, berbagi cerita dan pengalaman, sampai-sampai grup whatsappnya belum di bubarkan sampai sekarang. Kita juga pernah meetup di Jakarta. Opentrip seperti ini membuat kita memiliki banyak teman baru dan kita juga mengirit ongkos.

Tapi jika prefer trip sendiri tanpa jasa juga tidak masalah, mungkin karena lebih bebas mengatur waktu dan budget. Pilihan masing-masing pribadi.

Terimakasih semuanya telah membaca tulisan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: